Huawei Mate XT 2, Gadget Tri-Fold Usung Chipset Kirin 9050 Pro
Tampilan Huawei Mate XT 2 yang akan dirilis 12 September 2026. Ponsel tri-fold itu mengusung chipset Kirin 9050 Pro.-Huawei-hardwarezone.com
Chip yang terlalu panas dapat mengalami gangguan jika tidak memiliki sistem pendinginan yang memadai. Sementara itu, performa tinggi juga harus diimbangi dengan penggunaan daya yang efisien.
Melalui Tau Scaling Law, Huawei mencoba mencari pendekatan berbeda. Perusahaan tersebut ingin meningkatkan performa chip. Tanpa hanya mengandalkan teknologi manufaktur paling mutakhir.
Pendekatan tersebut juga menjadi penting. Karena Huawei tidak memiliki akses penuh terhadap sejumlah teknologi yang digunakan untuk memproduksi chip paling canggih. Salah satunya adalah teknologi extreme ultraviolet lithography atau EUV.
BACA JUGA:Huawei Watch Fit 5 Series, Smartwatch Baru Huawei dan Segudang Fiturnya
BACA JUGA:Disway Business Adventures Guangzhou-Dongguan (5): Pelajari Budaya Kerja Huawei
Huawei mengembangkan proses LogicFolding setelah melakukan berbagai eksperimen dalam pengembangan chip. Proses tersebut berfokus pada penyesuaian keterlambatan sinyal di jalur-jalur dalam chip.
Konsep waktu dalam proses tersebut kemudian dikaitkan dengan simbol Tau atau τ. Huawei berusaha mengurangi jalur sinyal pada berbagai tingkat. Mulai dari perangkat, sirkuit, chip, hingga sistem.
Meski demikian, teknologi tersebut masih memunculkan sejumlah pertanyaan. Efisiensi energi dan pengelolaan panas menjadi dua aspek yang masih akan menjadi perhatian.
Huawei Mate XT 2 menjadi perangkat pertama yang membawa teknologi tersebut ke pasar konsumen. Pengguna nantinya dapat menguji langsung performa Kirin 9050 Pro dalam penggunaan sehari-hari.
BACA JUGA:Huawei Rilis Ponsel Lipat Pura X Max, Disebut-sebut Ungguli Apple dan Samsung
BACA JUGA:Huawei Nova 14 Pro Segera Rilis: Spesifikasi, Harga, dan Fitur Lengkap
Selain prosesor baru, Huawei Mate XT 2 juga membawa sejumlah peningkatan pada perangkat tri-fold tersebut.
Ketahanan terhadap debu dan air kini ditingkatkan dengan sertifikasi IP58 dan IP59. Kaca pelindung layarnya juga mendapat tambahan fitur anti-silau.
Huawei turut memperkuat modul layar tiga panel. Yakni dengan material baja kelas dirgantara dan serat karbon.
Ponsel tersebut juga memiliki fitur Smart Shield Privacy Screen. Teknologi itu menggunakan desain dual-pixel yang memungkinkan pengguna mengaktifkan Privacy Mode.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: hardwarezone.com