Format Home-Away Sukses Besar, Penonton IBL Melonjak hingga 400 Persen!

Format Home-Away Sukses Besar, Penonton IBL Melonjak hingga 400 Persen!

Talk Show Ekosistem Kompetisi Olahraga Nasional dalam Indonesia Sports Summit 2026 pada Minggu, 13 September 2026-Kemenpora-

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Kompetisi olahraga Indonesia dinilai punya potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi baru Indonesia. Bukan hanya pertandingan yang menjadi sumber nilai. Tetapi juga ekosistem yang terbentuk di sekitar ekonomi.

Pembahasan tersebut terjadi di Talk Show Ekosistem Kompetisi Olahraga Nasional. Acara hadir dalam rangkaian Indonesia Sports Summit 2026 pada Minggu, 13 September 2026 di Jakarta International Convention Center.

Sejumlah pelaku industri olahraga hadir. Mereka adalah Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra, Dirut IBL Junas Miradiarsyah, CEO Indonesia Women’s League Teddy Tjahjono, dan CEO Indonesia Padel League Andri Paranoan.

Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra menilai Indonesia memiliki berbagai modal untuk menjadikan olahraga sebagai industri yang lebih besar. Salah satunya adalah jumlah penduduk yang besar dan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga.

BACA JUGA:PSSI dan Ajax Amsterdam Sepakat Pembinaan Pelatih dan Talenta Muda Indonesia

BACA JUGA:Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games 2026

“Ekosistem olahraga yang baik ini tidak bisa tercipta secara otomatis. Tetapi harus didesain, dibangun bersama dan memang dibutuhkan saling keterkaitan, saling keterhubungan, ada konektivitas dari semua pihak yang terlibat,” kata Asep.

Menurut Asep, besarnya potensi tersebut tercermin dari nilai belanja olahraga di Indonesia. Mengutip data Kemenpora, estimasi belanja olahraga nasional mencapai Rp39 triliun. Tapi kontribusinya terhadap perekonomian nasional pada 2024 masih berada di sekitar 0,19 persen.

Upaya membangun ekosistem juga dilakukan Indonesian Basketball League (IBL). Dirut IBL Junas Miradiarsyah mengatakan perubahan format kompetisi menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan liga.

IBL telah menjalankan kompetisi basket profesional sejak 2003. Pada masa awal, pertandingan menggunakan format series dengan seluruh klub berkumpul di satu kota dan menjalani pertandingan dalam periode tertentu.

BACA JUGA:430 Atlet Indonesia Resmi Dikukuhkan Menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya

BACA JUGA:Anggaran Kontingen Asian Games 2026 Naik, Indonesia Bidik Minimal Empat Medali Emas

Format tersebut kemudian berubah sejak 2023. IBL menerapkan sistem home and away. Klub kini dapat bermain di kota masing-masing dan berinteraksi lebih dekat dengan basis penggemarnya.

“Penonton naik 400 persen dari format series ke format home and away. Ini merupakan indikator bahwa kami sudah mengarah ke yang lebih tepat,” ucap Junas dalam pemaparannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: