Sepi Overtake dan Panen Kritik, Layout Sirkuit F1 Madrid Bakal Dirombak Total

Sepi Overtake dan Panen Kritik, Layout Sirkuit F1 Madrid Bakal Dirombak Total

Tikungan 13 sirkuit Madring, bakal di revisi jelang musim 2027--Twitter Holiness @F1BigData

HARIAN DISWAY - Minimnya titik pengereman keras di Sirkuit Madrid membuat mobil-mobil spesifikasi 2026 hampir mustahil saling menyalip, memicu balapan paling minim untuk aksi overtake musim ini, sekaligus memaksa pengelola sirkuit merombak total tata letak lintasan demi menyelamatkan tontonan GP Madrid pada 2027.

Kekhawatiran terbesar para pembalap F1 akhirnya terbukti pada balapan Minggu lalu. Mobil-mobil spesifikasi 2026 terbukti sangat sulit saling menyalip di Sirkuit Madrid.

​Kondisi ini langsung menghasilkan tontonan yang jauh dari kata mendebarkan karena nyaris tidak ada aksi overtake di lintasan.

​Meski F1 tidak merilis angka resmi terkait jumlah aksi menyalip, seluruh indikator menunjukkan GP Madrid sebagai balapan terburuk musim ini dalam hal perubahan posisi.

​Jumlah aksi menyalip diperkirakan hanya sekitar empat kali setelah lap pertama. Angka ini bahkan jauh lebih sedikit dibanding GP Monako yang mencatatkan 10 kali aksi menyalip sepanjang balapan.

​Momen paling menonjol di Madrid hanya terbatas pada aksi Liam Lawson yang melewati Franco Colapinto di lap ke-10, serta George Russell yang menyalip Lawson di lap ke-35. Beberapa aksi menyalip lainnya terkesan kurang seru dan menjadi konsekuensi dari minimnya degradasi pada kompon ban Hard.

BACA JUGA:Hasil F1 GP Madrid 2026: Kimi Antonelli Juara, Verstappen Kedua

BACA JUGA:Mengurai Dilema Budget Cap dan Misi Perombakan Mesin Scuderia Ferrari

Minimnya degradasi membuat variasi strategi dan performa ban sulit dimaksimalkan. Namun, alasan utama kurangnya keseruan ini adalah ketiadaan titik menyalip yang ideal.

​Secara keseluruhan, tata letak Sirkuit Madrid—termasuk tikungan miring La Monumental—banyak dipuji sebagai tantangan menarik saat kualifikasi. Namun, minimnya celah untuk menyalip sudah terprediksi menjelang balapan.

​Titik yang paling memungkinkan untuk menyalip sebenarnya berada di chicane 5/6, setelah lintasan lurus panjang dari rangkaian tikungan pembuka. Namun jika diperhatikan secara saksama, tata letak chicane 5/6 justru dirancang sedemikian rupa sehingga menyulitkan pembalap untuk melakukan overtake.


Tikungan chicane 5/6 sirkuit Madring, bakal di revisi segera jelang balapan 2027.--Twitter Holiness @F1BigData

​Pembalap Haas, Ollie Bearman, sempat menyoroti sudut masuk tikungan yang sempit sebelum akhir pekan balapan dimulai.

​"Pengereman melengkung seperti itu menghilangkan opsi jalur yang berbeda dan memaksa pembalap menyusul dari sisi dalam. Hal ini sangat disayangkan dan mungkin sedikit bentuk kelalaian," ujar Bearman.

Desain sirkuit karya Jarno Zaffelli tersebut kabarnya dipilih atas pertimbangan keselamatan, khususnya terkait faktor kecepatan dan sudut pendekatan mobil menuju area terowongan.

BACA JUGA:Siasat Cerdik Mercedes: Mengapa George Russell Pilih Tunda Ganti Mesin?

BACA JUGA:Senggolan di GP Monza Bongkar Kerapuhan Internal Ferrari

Rencana Perubahan Layout Sirkuit

​Penyelenggara GP Madrid menyadari minimnya aksi dalam balapan tersebut. Sumber internal sirkuit menyebutkan bahwa perubahan sedang direncanakan untuk tiga area dan ditargetkan siap pada 2027 demi meningkatkan aksi overtake.

Pihak sirkuit akan segera menggelar diskusi bersama FIA, para pembalap, dan tim untuk mematangkan rincian revisi. Diskusi ini difokuskan pada tiga area utama:

  1. ​Tikungan Chicane 5/6: Memperlebar dan mengubah jalur menuju tikungan agar mobil dapat saling berebut posisi. Tata letak pembatas jalan saat ini membuat dua mobil tidak memiliki cukup ruang untuk melaju berdampingan secara aman. Akibatnya, pertahanan di area ini terlalu mudah dan menyalip hanya bisa dilakukan secara sangat agresif hingga berisiko mendorong lawan keluar lintasan.
  2. ​Profil Tikungan 13: Tikungan ke kiri setelah tikungan miring 24° La Monumental. Saat ini, Tikungan 13 tergolong medium-speed corner yang tidak membutuhkan pengereman keras, sehingga menyulitkan mobil memanfaatkan slipstream dari La Monumental. Rencananya, tikungan ini akan dipersempit secara signifikan untuk menciptakan titik pengereman keras.
  3. ​Pelebaran Area Tikungan 20: Sebagai salah satu tikungan tersempit di lintasan, posisi pembatas saat ini menjadi titik penyempitan (bottleneck). Perubahan difokuskan pada jalur masuk dan penyelarasan pembatas agar pembalap dapat mencoba menyalip tanpa khawatir kehabisan ruang saat keluar tikungan.

Penyelenggara sebenarnya sudah mengusulkan revisi di tiga area ini kepada FIA sebelum balapan tahun ini digelar. Namun, akibat rumitnya simulasi lintasan dan durasi proses homologasi, seluruh pihak sepakat menundanya hingga 2027.

​Tenggat pembangunan Sirkuit Madrid sendiri tergolong sangat ketat karena pengerjaan baru dimulai pada April 2025. Situasi diperparah oleh cuaca ekstrem pada musim dingin di Madrid yang sempat menunda proses konstruksi.

​Otoritas akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil risiko penundaan homologasi. Langkah ini diambil demi mencegah masalah yang lebih besar jika sirkuit gagal rampung tepat waktu.

​Sirkuit F1 harus melalui proses persetujuan terperinci dari FIA. Kasus Madrid menjadi lebih kompleks karena melibatkan otoritas lokal terkait regulasi jalan umum, jaringan kereta api, jalur penerbangan, layanan darurat, hingga tata kelola lingkungan dan air.

​Selain itu, desain chicane 5/6 makin rumit akibat keberadaan terowongan di jalur keluar, yang membatasi sudut serang serta kecepatan mobil saat memasuki area lintasan yang terbatas.

Masukan dari Para Pembalap

​Seusai balapan, para pembalap F1 sepakat bahwa Sirkuit Madrid hanya membutuhkan satu titik menyalip yang jelas dan idetik.

​Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, menilai tidak perlu banyak penyesuaian untuk menghadirkan tontonan yang jauh lebih menarik.

​"Ini trek yang bagus dan sejujurnya semua orang telah melakukan pekerjaan luar biasa, terutama untuk sesi kualifikasi," kata Leclerc. "Namun untuk balapan, hanya perlu satu atau dua penyesuaian kecil pada beberapa tikungan untuk mengubah dinamika balapan secara signifikan," lanjutnya.

​Pengalaman di berbagai ajang menunjukkan bahwa sirkuit jalan raya hanya membutuhkan satu titik pengereman keras yang ideal agar balapan berlangsung menarik.

​Sirkuit Guia di GP Makau, misalnya. Meski memiliki sektor yang sempit dan berkelok-kelok, sirkuit tersebut memiliki lintasan lurus panjang yang diakhiri tikungan lebar namun sempit di Tikungan Lisboa, sehingga mobil tetap bisa saling menyalip.

Pembalap Williams, Carlos Sainz, berencana membawa masukan dari Sirkuit Makau dan Sirkuit Baku (GP Azerbaijan) saat berdiskusi dengan FIA.

​"Sirkuit jalan raya yang bagus seperti Baku dan Makau biasanya punya satu titik menyalip utama di ujung trek lurus yang sangat panjang," ujar Carlos Sainz.

"Kita hanya perlu melihat di mana titik tersebut bisa ditambahkan dan mengevaluasi kelayakannya," ujarnya. (*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: