Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet Menjelang 2 Tahun Pemerintahan

Prabowo Buka Peluang Reshuffle Kabinet Menjelang 2 Tahun Pemerintahan

Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan pendapatnya soal resuffle kabinet menjelang masa pemerintahannya tahun kedua.--YouTube

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Presiden Prabowo Subianto membuka peluang melakukan perombakan atau reshuffle kabinet menjelang dua tahun pemerintahan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Prabowo mengatakan evaluasi terhadap para menteri dan pembantunya dilakukan secara terus-menerus.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam wawancara dengan Pemred Metro TV Rivana Pratiwi. Wawancara tersebut membahas evaluasi kinerja kabinet menjelang pemerintahan Prabowo-Gibran memasuki tahun kedua.

BACA JUGA:Prabowo Minta Menkeu Suahasil Jaga Kesehatan dan Kredibilitas APBN Demi Stabilkan Ekonomi RI

BACA JUGA:Prabowo di KTT BRICS: Perdagangan dan Mata Uang Jangan Jadi Senjata

Prabowo mengatakan secara objektif tim pemerintahannya sejauh ini telah bekerja. Namun, ia mengibaratkan kabinet seperti sebuah kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain inti, striker, hingga pemain cadangan.

“Kalau saya evaluasinya terus-menerus dan sampai sekarang secara objektif saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja,” ujar Prabowo.

Menurutnya, pemerintah saat ini masih berfokus pada sejumlah persoalan mendasar. Salah satunya memastikan ketahanan pangan serta ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Prabowo juga menyebut pengembangan biodiesel B50 berbasis kelapa sawit dan pemanfaatan energi surya sebagai bagian dari upaya pemerintah mengamankan kebutuhan energi.

Selain pangan dan energi, Prabowo menempatkan persoalan kelaparan anak, stunting, serta kemiskinan ekstrem sebagai hal yang perlu segera ditangani pemerintah.

BACA JUGA:Prabowo Tiba di India, Hadiri KTT BRICS ke-18 sebagai Anggota Penuh

BACA JUGA:Islam ala Prabowo

Ia mengatakan efisiensi anggaran juga diperlukan untuk menyelamatkan uang negara yang dinilai masih bocor. Dana tersebut kemudian diarahkan untuk investasi yang dapat menghasilkan devisa dan membuka lapangan kerja.

Terkait kemungkinan reshuffle kabinet, Prabowo mengatakan terdapat kementerian yang saat ini tidak berada di garis depan dalam pelaksanaan program prioritas. Meski demikian, ia menyebut para menteri tetap bekerja dan memiliki inisiatif masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: