Radjoetasa, Bawa Arak Tradisional Bali, IWAK, Mendunia

Radjoetasa, Bawa Arak Tradisional Bali, IWAK, Mendunia

Nathan Santoso menunjukkan arak tradisional Bali IWAK Arumery yang sudah mendunia.-Dokumentasi Pribadi-

BACA JUGA:240 Ribu PPPK Paruh Waktu Diangkat Jadi Penuh Waktu 2027 Tanpa Tes, Anggaran Rp23 Triliun

BACA JUGA:Gus dan Gus

Begitu izin dari BPOM keluar maka minuman arak IWAK  ini jadi legal dan boleh dijual secara umum. Termasuk Radjoetasa juga menguruskan pita cukai sebagai minuman beralkohol. Beres urusan legalitas, Nathan langsung tancap gas. Berbagai konsep branding telah yang telah disiapkan mulai dieksekusi. 

Kerja sama dengan berbagai stakeholder dijalankan. Termasuk dengan pemerintah provinsi dan pusat. Seperti Kementerian Perindustrian hingga Kementerian Ekonomi Kreatif.

Selain itu, Nathan juga berusaha mem-branding IWAK ini menjadi minuman beralkohol khas Indonesia. Bersanding dengan whisky, tequila, rum, dan minuman lainnya dari mancanegara.

“Karena arak ini adalah bagian dari budaya Indonesia, jadi saya ingin mengenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional melalui arak IWAK Arumery,” begitu visi Nathan yang juga aktif di organisasi Gerakan Fermentasi Nusantara (Fermenusa).

Untuk itu, IWAK kerap hadir di berbagai acara yang berbau internasional seperti G20 di Bali beberapa tahun lalu. “Juga IWAK sudah masuk di hotel-hotel bintang lima di Bali dan Jakarta yang sering dikunjungi ekspatriat dan wisatawan. Berbagai even berskala internasional menggunakan IWAK sebagai welcome drink dan suvenir,” tuturnya bangga.

Memang Nathan memosisikan IWAK ini sebagai minuman yang cocok sebagai teman ngobrol. Di acara gathering misalnya. Atau disajikan di acara high end product launching. “Bukan minuman yang dikonsumsi dengan tujuan mabuk,” tukas ayah dua anak ini.

Ternyata arak tidak cuma bisa bikin tujuh keliling, tapi bisa juga diajak keliling dunia. Berkat tangan dingin pria lulusan SMAK Petra 2 Manyar Surabaya ini. (*)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: