Menag Nasaruddin Umar Janji Tuntaskan Polemik Rektor UINSA dalam 3 Hari

Menag Nasaruddin Umar Janji Tuntaskan Polemik Rektor UINSA dalam 3 Hari

Menteri Agama Nasaruddin Umar.-Kemenag-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Menteri Agama Nasaruddin Umar berkomitmen mengambil keputusan tegas guna menuntaskan polemik kepemimpinan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dalam kurun waktu tiga hari. 

Langkah akselerasi ini diambil setelah proses pemilihan dan penetapan rektor di kampus Islam negeri tersebut dihantam gelombang protes keras sivitas akademika hingga menjadi sorotan tajam dalam rapat parlemen.

Penegasan untuk melakukan evaluasi total tersebut dilontarkan secara langsung oleh Menag saat menghadiri Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026. 

Menag menegaskan enggan menunda penanganan sengkarut ini karena eskalasi penolakan di internal kampus dilaporkan sudah mulai mengganggu stabilitas aktivitas perkuliahan mahasiswa.

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Direktur Plant Management PT Cargill Indonesia Imelda Judit Tandako: Shi Xin Bu Li

BACA JUGA:Juventus Dapat Kabar Positif dari Cambiaso dan Kolo Muani

“Jangankan 15 hari, Pak, tiga hari ini kami akan ambil keputusan. Saya minta waktu tiga hari. Saya pribadi bertanggung jawab untuk mempreteli persoalan ini satu per satu. Saya tidak ingin ‘kebobolan’ dalam sejarah hidup saya di Kementerian Agama,” tegas Menag Nasaruddin Umar di hadapan anggota dewan.

Nasaruddin mengaku terkejut dengan pecahnya gejolak di UINSA Surabaya. Dari puluhan agenda penetapan rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) yang telah ditandatanganinya, baru klaster UINSA yang memicu penolakan dan aksi keberatan masif atas penetapan Ahmad Muzakki sebagai Rektor periode 2026–2030. 

Insiden ini mendorong Kemenag untuk melakukan perombakan dan peninjauan mendalam pada regulasi pemilihan pimpinan PTKN.

Di sisi lain, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin membantah keras tuduhan miring warganet mengenai adanya manipulasi siber dalam dokumen administrasi. Ia meluruskan kabar miring yang menyebut Ahmad Muzakki tidak lolos seleksi awal. 

BACA JUGA:Fede Valverde Fix Cedera, Kapten Real Madrid Bisa Sembuh Usai Jeda Internasional

BACA JUGA:Kabar Baik Inter Milan, John Stones dan Djed Spence Segera Kembali

Kamaruddin memastikan sang rektor terpilih secara resmi masuk dalam jajaran tiga besar nominasi sesuai regulasi hukum yang berlaku.

“Tuduhan bahwa yang bersangkutan tidak masuk tiga besar lalu dipaksakan, itu tidak betul. Dokumennya lengkap,” urai Kamaruddin meluruskan postur transparansi dokumen kementerian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: