Menjelajah Lautan Teduh (13): Mencoba Jadi Nakhoda Kapal
BENDERA MERAH PUTIH berkibar saat KRI Wahidin Sudirohusodo-991 meninggalkan Sorong, Senin 21 September 2026. Ludfi, mahasiswa Prodi Teknik Arsitektur Universitas 17 Agustus 2026 (Untag) Surabaya, bersiap di areal terbuka di belakang anjungan. -Doan Widhiandono-
Selama sekitar 60 hari, KRI dr Wahidin Sudirohusodo-991 menjadi rumah bagi sekitar 300 anggota Satgas Terpadu Port Visit 2026. Maka, kami pun diberi kesempatan untuk mengenal rumah itu lebih dekat. Bertahap, sebagian anggota satgas pun diberi kesempatan untuk ’’menjadi awak kapal.’’
TUGAS baru itu sudah mulai diresmikan pada Selasa, 22 September 2026. Ada 21 anggota satgas yang kebagian jaga laut petang hari. Itu adalah tugas di anjungan kapal, tempat peranti kemudi dan navigasi. Tentu sangat mengasyikkan.
Anjungan itu ada di dek 6. Lantai teratas, di bagian depan (haluan).
Ruangannya panjang. Hampir sepanjang lambung kapal. Hanya menyisakan ruang di tepi lambung untuk duduk atau berjaga.
BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (12): Latih Kesiapan, Simulasi Tinggalkan Kapal
BACA JUGA:HIMAKOTA Untag Surabaya Sukses Gelar Niskala Communication Journey 2026 Sambut Mahasiswa Baru
Bagian dalam anjungan itu penuh dengan monitor-monitor besar. Tentu, itu adalah peranti untuk memonitor perjalanan kapal. Untuk mengemudi, memantau navigasi, hingga mengatur pengoperasian mesin kapal. Di anjungan itu juga ada peranti komunikasi yang tersambung ke seluruh bagian kapal. Dari peranti itulah kami biasa mendengar aneka pengumuman.
’’Nanti mahasiswa bisa belajar mengemudikan kapal,’’ kata Komandan KRI dr Wahidin Sudirohusodo Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto dalam sebuah pengarahan awal.
Itu adalah tawaran yang menggiurkan. Terlebih, anjungan itu memang bisa dikunjungi kapan pun. Tentu, ada seabrek aturan yang harus kami patuhi. Aturan yang—meskipun tidak ditulis detail—tidak akan kami langgar. Misalnya: memencet-mencet tombol secara random. Bisa berabe…
Anjungan tersebut juga tidak pernah kosong. Selalu ada satu regu yang berjaga. ’’Sekali jaga, sekitar 10-11 orang,’’ kata Lettu Laut (P) Kevin Handhika D.S., salah seorang perwira yang kami temui di anjungan pada Selasa, 15 September 2026, di anjungan.

MENEROPONG CAKRAWALA, Yuniar Dwi Putri, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945-Doan Widhiandono-
Siang itu, kami mengelilingi anjungan. Menikmati pemandangan Laut Jawa melalui jendela-jendela besar di depan anjungan. Juga meneropong ke arah cakrawala. Sesekali, kawanan lumba-lumba melintas dan melompat-lompat di depan haluan kapal.
Selama perjalanan, sejumlah anggota satgas memang kerap datang ke anjungan. Untuk melihat awak KRI bekerja. Atau menikmati pemandangan senja sambil berofoto-foto. Biar tetap eksis…
Nah, sejak 22 September 2026, para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk benar-benar menjadi petugas piket anjungan. Berbeda dengan anggota TNI yang berjaga selama 4 jam, para mahasiswa itu hanya bertugas dua jam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: