Adrien Rabiot Tak Lagi Jadi No. 10, Ini Peran Baru di AC Milan
Selebrasi gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, usai mencetak gol dalam laga kontra Torino. Senin, 24 Agustus 2026.-Valerio Pennicino-Getty Images
Pemain berusia 31 tahun tersebut mampu melakukan penetrasi ke kotak penalti. Tetapi terlihat kurang nyaman ketika harus menerima bola di ruang sempit, terutama dalam posisi membelakangi gawang.
Sebaliknya, ketika bermain di lini tengah, Rabiot terlihat lebih leluasa. Ia mampu menentukan kapan harus maju, membantu sirkulasi bola, memberikan dukungan kepada Luka Modric, sekaligus menjaga keseimbangan pertahanan.
Hal tersebut membuat Amorim mulai mempertimbangkan fleksibilitas posisi Rabiot. Menurut laporan Gazzetta dello Sport, sang pelatih tidak akan mengunci Rabiot pada satu posisi tertentu. Sang pelatih masih bisa menggunakan Rabiot lebih maju jika situasi pertandingan membutuhkan.
BACA JUGA:Minim Gol, Goncalo Ramos Justru Tunjukkan Peran Penting di AC Milan
BACA JUGA:AC Milan Tampil Lebih Cair dengan 4-4-2, Ini Penyesuaian Ruben Amorim

Momen gelandang AC Milan, Adrien Rabiot, ketika mencetak gol dalam laga kontra Torino. Senin, 24 Agustus 2026.-Valerio Pennicino-Getty Images
Amorim juga disebut mulai memahami bahwa sistem permainan harus menyesuaikan karakter pemain yang tersedia. Rabiot menjadi salah satu contoh bahwa memaksakan pemain ke dalam peran tertentu tidak selalu menjadi solusi terbaik.
Di sisi lain, performa Rabiot yang semakin mendapat apresiasi membuat pembicaraan mengenai kontrak barunya mulai menghangat. AC Milan ingin memanfaatkan kualitasnya selama mungkin. Amorim juga semakin memahami bagaimana cara terbaik menggunakan kemampuan sang gelandang.
Dengan demikian, Rabiot kemungkinan tetap akan mendapatkan kesempatan bermain di beberapa posisi. Namun, perannya sebagai gelandang tengah kini terlihat semakin penting bagi Milan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: sempre milan