LPS Edukasi 2 Ribu Mahasiswa Baru UIN Malang

LPS Edukasi 2 Ribu Mahasiswa Baru UIN Malang

Kepala Kantor Perwakilan LPS II di Surabaya Bambang S. Hidayat-LPS-

MALANG, HARIAN DISWAY  — Sejumlah 2 ribu mahasiswa baru UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat edukasi mengenai literasi dan pengelolaan keuangan dalam kegiatan Kuliah Perdana Malang Mbois, Senin, 14 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Sport Center/Auditorium Utama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu mengusung tema “Kuliah Hebat, Finansial Sehat, Masa Depan Kuat”. Tujuannya mengenalkan peran lembaga dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pengelolaan keuangan.

Kegiatan dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Dr. M. Hasanuddin Wahid, M.Hum., Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP., Kepala Kantor OJK Malang Farid Faletehan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang Indra Kuspriyadi, serta Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah II Bambang S. Hidayat.

Bambang mengatakan, literasi keuangan penting dibangun sejak generasi muda mulai memasuki kehidupan perkuliahan. Mahasiswa dinilai perlu memahami cara mengelola keuangan sekaligus mengenali lembaga yang memiliki peran dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.

BACA JUGA:LPS Salurkan 125 Paket Sembako dan 20 APAR untuk Warga Desa Adat Sade
Para pemateri Kuliah Perdana Malang Mbois -LPS-

“Pemahaman mengenai sistem keuangan perlu dibangun sejak dini, termasuk pemahaman mengenai pentingnya kepercayaan terhadap perbankan,” ujar Bambang.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti berbagai risiko yang perlu diwaspadai.

Antara lain, investasi ilegal, pinjaman online ilegal, judi daring, penipuan digital hingga penyalahgunaan data pribadi. Karena itu, peningkatan literasi keuangan menjadi salah satu langkah untuk membantu masyarakat, khususnya generasi muda, mengenali risiko sebelum mengambil keputusan keuangan.

Pada kegiatan tersebut, LPS bersama OJK dan Bank Indonesia juga menjelaskan fungsi masing-masing lembaga dalam sinergi KSSK. Mahasiswa diperkenalkan dengan peran ketiga lembaga dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.

BACA JUGA:LPS Jamin 99,9 Persen Rekening Nasabah, Kepercayaan Perbankan Dijaga


Sejumlah mahasiswa memperhatikan materi yang disampaikan nara sumber -LPS-

LPS memiliki fungsi penjaminan simpanan dan kewenangan lain sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Fungsi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menggunakan layanan perbankan.

Kuliah Perdana Malang Mbois sekaligus menjadi sarana membangun kesadaran finansial di lingkungan perguruan tinggi. Edukasi tersebut diharapkan mendorong mahasiswa lebih cermat mengenali risiko serta mengambil keputusan keuangan secara sehat.

Sinergi antara LPS, BI, OJK dan perguruan tinggi diharapkan terus diperkuat untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Generasi muda diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan sekaligus pentingnya menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan nasional. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: