76 Ultimate Downhill 2026 di Pasuruan, Andy Prayoga Dibayangi Dua Rival

76 Ultimate Downhill 2026 di Pasuruan, Andy Prayoga Dibayangi Dua Rival

Ada lintasan dan tantangan baru di putaran kedua 76 Ultimate Downhill 2026 -Istimewa -

Panjang lintasannya hampir 1.800 meter dan cukup ideal dengan semangat kami untuk meningkatkan skill rider downhill di Indonesia.

Jika dibandingkan tahun lalu rata-rata panjang lintasan hanya sekitar 1.500 meter, maka tahun ini sudah ada peningkatan yang cukup signifikan," terangnya.

Agung Prio Apriliano Siap Tampil All-Out

Agung Prio Apriliano dari Astrindo Racing bertekad memaksimalkan seri Pasuruan untuk mengejar Andy. Dengan selisih 50 poin, ia menilai pendekatan bermain aman tidak cukup jika ingin merebut gelar juara umum.

"Dengan selisih 50 poin dari Andy Yoga, main aman jelas bukan pilihan jika target utamanya adalah mengamankan gelar juara umum. Pendekatan saya di Arjuno adalah all-out namun tetap terkalkulasi. Saya percaya penuh dengan kemampuan fisik dan set-up sepeda saat ini untuk menyerang lintasan secara maksimal sejak sesi seeding run," umbar rider berstatus National Champion 2025 dan 2026 ini.

BACA JUGA:Bupati Pasuruan Pamerkan Keunggulan Sapi Genom Grati di Hadapan Titiek Soeharto

BACA JUGA:Pemkot Pasuruan Tertibkan PKL Liar di Pasar Besar, Tuai Apresiasi Pedagang

Rider berjuluk Super Prilly itu memiliki keuntungan karena cukup mengenal Arjuno Bike Park yang berada di lereng Gunung Arjuno. Meski demikian, perubahan tata letak lintasan membuatnya tetap harus menyiapkan strategi secara cermat.

“Untuk elemen teknis yang akan saya manfaatkan adalah kombinasi setelah suspensi, pemilihan ban yang tepat, dan penggunaan insert seperti cushcore. Ini memungkinkan saya menjaga traksi dengan tekanan ban yang ideal, sehingga saya bisa membawa momentum kecepatan keluar dari rock garden atau tikungan teknis jauh lebih mulus dan agresif," jelasnya.

Jambol Belum Menyerah Memburu Gelar

Persaingan juga menjadi motivasi bagi Mohammad Abdul Hakim, rider andalan Tim 76 Rider DH Squad yang akrab disapa Jambol. Meski masih berada di posisi kelima klasemen Men Elite, ia tetap berambisi memperbaiki posisi dan menjaga peluang meraih gelar juara umum.

"Sekecil apapun, selama peluang itu masih ada, saya tidak akan pernah menyerah. Meski sekarang masih di urutan lima, tetapi musim belum selesai dan masih dua seri lagi yang bisa dimaksimalkan. Fokus saya sekarang adalah tampil sebaik mungkin di Arjuno, mencatatkan waktu kompetitif, dan mengeruk poin sebanyak mungkin supaya peluang juara umum makin terbuka," kata Jambol.

Ia menjadikan seri Pasuruan sebagai kesempatan untuk bangkit. Persiapan dilakukan melalui latihan fisik, latihan di lintasan, serta pematangan strategi dan pengaturan sepeda.

"Persiapan untuk putaran kedua ini juga saya lakukan bersama Tim 76 Rider semaksimal mungkin. Tidak hanya latihan fisik dan di trek, tapi juga mematangkan strategi dan set-up sepeda. Saya optimis bisa mendapatkan hasil terbaik di seeding run dan final run nanti. Pokoknya pantang kendor!” tegasnya.

76 Ultimate Downhill 2026 seri kedua mempertandingkan 10 kelas. Tiga kelas prestasi yang menjadi sorotan adalah Men Elite, Women Elite, dan Junior. Kelas Men Youth dan Women Youth juga dipertahankan untuk mendukung regenerasi atlet.

Sementara itu, kelas Men Master C, Men Master B, Men Master A, Men Sport A, dan Men Sport B menjadi wadah bagi pegiat downhill untuk berkompetisi sekaligus menyalurkan hobi.

Dengan selisih poin yang relatif berdekatan di papan atas, seri Arjuno akan menjadi ujian bagi Andy untuk mempertahankan posisi sekaligus kesempatan bagi Agung, Putra, dan Jambol untuk memperbaiki peringkat. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: