GP Singapura 2026: Max Verstappen Juara Tanpa Drama

GP Singapura 2026: Max Verstappen Juara Tanpa Drama

GP Singapura 2026: Max Verstappen juara tanpa drama. Foto: Max Verstappen merayakan gelar perdana di Singapura, 11 Oktober 2026. -Dewo Pratomo-Mainbalap

Setelah mampu mempertahankan posisi di beberapa tikungan awal, Verstappen lantas bisa menata pace dan menjaga posisi di depan.

Lomba juga berlangsung relatif tanpa insiden besar. Sehingga praktis tidak ada drama hingga akhir. Hanya dua virtual safety car yang tidak banyak berpengaruh pada strategi dan hasil lomba.


GP Singapura 2026: Max Verstappen juara tanpa drama. Foto: Max Verstappen melaju sendirian dengan selisih jauh atas Charles Leclerc, 11 Oktober 2026. -Dewo Pratomo-Mainbalap

Leclerc mengaku tak bisa berbuat banyak untuk mengancam Verstappen. "Saya kira kita tak bisa berbuat lebih banyak lagi hari ini. Mungkin hanya bisa sedikit lebih agresif lagi saat start. Tapi ya sudah itu saja," kata pembalap asal Monaco itu.

Sebelum start, ada potensi duo Ferrari bisa berkolaborasi untuk mengancam Verstappen. Namun, yang terjadi, Ferrari justru kembali melakukan "strategi tanda tanya" saat lomba. Khususnya terkait Lewis Hamilton.

Memulai lomba dengan ban medium (Max dan Charles menggunakan ban soft), Hamilton justru ganti ban duluan di lap 19, memasang ban soft. Di atas kertas, itu membuka opsi dua stop, atau memaksakan satu stop dengan ban yang lamban di akhir.

BACA JUGA:Perang Aerodinamika F1 Memanas: FIA Pangkas Toleransi Sayap 'Macarena' Jadi 300ms

BACA JUGA:Hasil FP1 F1 GP Singapura 2026: George Russell Tercepat di Bawah Kabut

Ketika di pertengahan lomba ada virtual safety car, mungkin Ferrari semestinya mengganti lagi ban Hamilton. Tapi mereka justru pasif. Hamilton pun terpaksa menggunakan ban soft-nya hingga akhir.


GP Singapura 2026: Max Verstappen juara tanpa drama. Foto: Max Verstappen (tengah) bersama Kimi Antonelli dan Charles Leclerc melepas lelah sebelum podium, 11 Oktober 2026. -Dewo Pratomo-Mainbalap

Akibatnya, Hamilton menjadi bulan-bulanan yang lain di penghujung lomba. Disalip Kimi Antonelli, disalip Lando Norris, dan di lap terakhir disalip Oscar Piastri. Bukannya membantu meraih double podium, Hamilton malah finis keenam.

Bagaimana pun, ini kembali menunjukkan Ferrari masih tetap harus memperbaiki komunikasi dan eksekusi.

Sementara itu, Kimi Antonelli pun ketiban podium. Ia terus memperkokoh posisinya di puncak klasemen pembalap. Gelar juara dunia benar-benar seperti menunggu waktu untuk pembalap Mercedes berusia 20 tahun itu.

Grand Prix Singapura ini kembali memecahkan rekor penontonnya sendiri. Lebih dari 301 ribu penonton hadir selama akhir pekan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: