UPDATE Karhutla: 639 Hektare Lahan di 6 Provinsi Masih Terbakar
Ilustrasi upaya pemadaman kawasan Karhutla-bnpb-
JAKARTA, HARIAN DISWAY - Kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah tanah air, tercatat sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi di Indonesia yang hingga kini berada dalam proses pemadaman intensif.
Fakta mengejutkan tersebut diungkapkan langsung oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat darurat penanganan karhutla bersama jajaran menteri dan lembaga terkait di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin malam, 12 Oktober 2026.
Berdasarkan paparan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), enam provinsi yang kini menjadi medan pertempuran melawan api tersebut meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi.
Dari keenam wilayah tersebut, fokus utama pemadaman dan pengerahan armada kini diprioritaskan penuh ke dua provinsi terparah, yakni Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.
BACA JUGA:Man United Tanpa Mainoo dan Shaw Saat Lawan Atletico, Carrick Bawa Bocah 18 Tahun
BACA JUGA:Juventus vs Cagliari, Luciano Spalletti ungkap Momen Panas dengan Fabio Pisacane
Di Kalimantan Tengah sendiri, titik krusial penanganan diarahkan ke kawasan Tanjung Puting demi menyelamatkan satwa-satwa langka di Taman Nasional dari ancaman kepulan asap.
Pemerintah tidak main-main dalam mengerahkan seluruh kekuatannya di lapangan. Melalui operasi darat, sebanyak 60.177 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan relawan telah diterjunkan secara masif ke titik-titik api.
Sementara itu, operasi udara lewat strategi water bombing terus digencarkan meskipun helikopter pengebom air kerap membentur kendala jarak pandang akibat ketebalan asap yang pekat.
BACA JUGA:Gedor Pasar Asia Tenggara, VinFast Gelontor Insentif Showroom E-Motorcycle
Beruntung, tingkat keberhasilan pemadaman harian rata-rata masih mampu menembus angka di atas 80 persen dari luas lahan baru yang terbakar. Selain itu, pemerintah mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan menjelang masuknya musim hujan alami pada pertengahan Oktober ini.
Meski situasi di lapangan tergolong dinamis, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa status karhutla saat ini belum akan dinaikkan menjadi bencana nasional.
Dudung menyatakan pemerintah bersama seluruh instansi terkait masih sangat mampu mengendalikan situasi di bawah satu komando.
BACA JUGA:Gedor Pasar Asia Tenggara, VinFast Gelontor Insentif Showroom E-Motorcycle
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: