Masih Relevankah Linguistik di Era AI?

Masih Relevankah Linguistik di Era AI?

ILUSTRASI Masih Relevankah Linguistik di Era AI? -Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Ilmu linguistik dan terapannya juga banyak bermanfaat dalam masyarakat. Pemerolehan bahasa menjadi dasar yang kuat dalam pengajaran bahasa, termasuk bagaimana memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran bahasa. 

Di era digital, bagaimana bahasa digunakan dalam kehidupan masyarakat digital menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Terkait kecerdasan buatan, dengan linguistik, selain mempelajari big data language processing, penelitian dapat mengarah pada bagaimana masyarakat berinteraksi dan memanfaatkan AI dalam keseharian mereka. 

Linguistik sebagai landasan berbahasa dan komunikasi dapat juga digunakan secara interdisiplin dengan bidang ilmu lain sehingga lebih memperluas kebermanfaatan ilmu linguistik dalam berbagai bidang. 

Kekhasan dan Keunggulan Prodi Linguistik Tiap Universitas

Doktor Junaidi, manajer kerja sama dan venture Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia sebagai salah seorang narasumber, mengatakan bahwa tujuan PROPLI itu tidak untuk menciptakan kompetisi berlebih antaranggota. 

”Maju bersama” menjadi kunci agar tiap prodi dapat saling bekerja sama yang dapat diwujudkan di antaranya dengan mendata dan mencatat keunggulan dan kekhasan dari masing-masing prodi pascasarjana linguistik di tiap universitas lengkap dengan kompetensi para dosennya. 

Selain itu, kekhasan prodi dapat membantu mahasiswa yang ingin mengembangkan keilmuan di bidang linguistik agar dapat lebih terkonsentrasi dan leluasa dalam melanjutkan studinya. 

Salah satu contoh prodi pascasarjana linguistik yang mempunyai kekhasan adalah Universitas Airlangga, yang menitikberatkan pada penggunaan korpus, bahasa, dan budaya digital. 

Mata kuliah linguistik korpus yang mengajarkan tentang metode penggunaan korpus atau korpora data dalam penelitian linguistik menjadi salah satu andalan yang muncul sejak awal berdirinya prodi linguistik pada 2013. 

Sementara itu, keunggulan lainnya terlihat pada konsentrasi peminatan bahasa dan budaya dan pengajaran bahasa Inggris yang dikaitkan dengan dunia digital. Kekhasan sekaligus keunggulan itu terlihat dari berbagai mata kuliah wajib dan minat yang ditawarkan prodi. Contoh kekhasan lain ada pada prodi linguistik Universitas Udayana yang menonjolkan linguistik kebudayaan sebagai konsentrasi mereka. 

Dengan kekhasan dan keunggulan itu, setiap prodi yang tergabung dalam PROPLI dapat lebih mempertajam dan memperluas peluang kerja sama, baik lewat penyelenggaraan kuliah tamu, kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat, maupun pertukaran mahasiswa atau kelas bersama. 

Kurikulum Linguistik di Era Kecerdasan Buatan

Diskusi yang terjadi pada pertemuan itu juga membahas tentang bagaimana kurikulum prodi linguistik terus bergerak menyesuaikan perkembangan yang ada, terutama di era kecerdasan buatan, dengan mempertimbangkan masukan anggota asosiasi PROPLI, stakeholder, dan industri di masyarakat. 

PROPLI kemudian menyepakati bahwa kurikulum yang ada di tiap prodi memuat beberapa ketentuan seperti profil lulusan dan capaian pembelajaran mahasiswa linguistik seluruh Indonesia yang seyogianya seragam, tetapi dengan penekanan pada kekhasan masing-masing. 

Salah satu hal yang diatur pada pedoman dasar pengembangan kurikulum yang digagas PROPLI adalah lulusan prodi pascasarjana linguistik harus mempunyai kemampuan linguistik, baik mikro maupun makro dan salah satu bidang linguistik yang menjadi fokus kajian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: