Harga Emas Dunia Menguat Tipis, Pasar Cermati Minyak dan Arah Suku Bunga The Fed
Ilustrasi harga emas dunia 4.175,60 dolar AS per troy ounce pada pukul 02.59 GMT.-nanobanana-Gemini
HARIAN DISWAY – Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Kenaikan ini didukung pelemahan harga minyak yang meredakan sebagian kekhawatiran inflasi, sementara investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed).
Harga emas spot naik 0,3 persen menjadi USDD4.175,60 per troy ounce pada pukul 02.59 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember meningkat 0,4 persen ke level USD4.196,40 per troy ounce.
Penguatan tersebut terjadi setelah harga minyak melemah menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump memberikan pengecualian terhadap sejumlah sanksi dan tarif terkait Rusia. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan pasokan bahan bakar Rusia ke pasar global.
Harga Minyak Turun, Tekanan Inflasi Mereda
Pelemahan harga minyak menjadi salah satu faktor yang menopang emas pada awal pekan. Harga energi yang lebih rendah dapat membantu meredakan tekanan inflasi, sehingga mengurangi kekhawatiran bahwa bank sentral perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
BACA JUGA:Harga Emas Dunia dan Logam Mulia Diramal Naik, Simak Proyeksi Lengkapnya
BACA JUGA:Harga Emas Antam Sabtu 10 Oktober 2026, Buyback Naik Rp25 Ribu Jadi Rp2.376.000 Per Gram
Analis pasar utama KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan bahwa penurunan harga minyak memberikan dukungan bagi emas melalui prospek inflasi.
Menurutnya, pelemahan minyak yang lebih berkelanjutan atau penurunan imbal hasil obligasi dapat menjadi katalis positif bagi logam mulia.
Namun, prospek inflasi AS masih belum sepenuhnya mereda. Data harga impor AS pada September tercatat meningkat lebih tinggi daripada perkiraan, didorong kenaikan biaya energi dan sejumlah barang lainnya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga masih membayangi perekonomian, terutama ketika konflik di Timur Tengah menimbulkan ketidakpastian terhadap distribusi energi. Jika harga minyak kembali naik, ekspektasi inflasi dan suku bunga juga berpotensi meningkat.
BACA JUGA:Indeks Dolar dan Minyak Dunia Bergejolak, Harga Emas dan Logam Mulia Diproyeksi Menguat Pekan Ini
BACA JUGA:Kebijakan The Fed-Geopolitik Bikin Harga Emas Dunia dan Logam Mulia Bergejolak Pekan Ini
Pasar Menanti Suku Bunga The Fed
Perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dan data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dijadwalkan pekan berikutnya.
Indikator PCE menjadi salah satu ukuran inflasi utama yang digunakan The Fed untuk mengevaluasi pencapaian target inflasi sebesar 2 persen. Hasilnya dapat memengaruhi perkiraan pasar mengenai langkah kebijakan moneter berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: