Relokasi Rantai Pasok dan Syarat Terciptanya Nilai Tambah
Ilustrasi ChatGPT--
Perekonomian Jawa Timur tumbuh kuat, tetapi perdagangan luar negerinya lemah. Produk yang diekspor kurang beragam, demikian pula negara tujuannya. Karena didominasi komoditas, harga mengikuti pasar internasional. Ketika harga turun, nilai ekspor ikut turun. Semakin ke hilir suatu produk, semakin besar kemampuan menentukan harga sendiri.
Perjanjian perdagangan bebas yang telah dirundingkan pemerintah pusat perlu dimanfaatkan lebih optimal oleh pemerintah provinsi sebagai pelaksana. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya penggunaan surat keterangan asal (Certificate of Origin), yang mencerminkan semakin banyak pelaku usaha menikmati fasilitas perjanjian tersebut.
Langkah berikutnya adalah membentuk ekosistem pemasok lokal. Pemerintah daerah perlu mendorong usaha kecil menengah memasok kebutuhan industri di kawasan ekonomi khusus dan kawasan industri, sehingga ketergantungan pada impor bahan baku dapat dikurangi.
Ketegangan dagang global membuka kesempatan bagi Indonesia, tetapi kesempatan itu tidak otomatis menjadi kemajuan. Investasi dapat diundang dalam hitungan bulan, sedangkan kemampuan menyerapnya dibangun bertahun-tahun. Jarak antara keduanya akan menentukan apakah Indonesia menjadi basis produksi bernilai tambah atau tetap menjadi lokasi perakitan bagi komponen yang dibuat di negara lain. (*)
*) Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: