Presiden Macron Kecam Komentar Bodoh Pemimpin Asing soal Kerusuhan Prancis

Presiden Macron Kecam Komentar Bodoh Pemimpin Asing soal Kerusuhan Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam konferensi pers di Doha, Qatar pada Rabu, 21 Oktober 2026.-Élysée-YouTube

HARIAN DISWAY – Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu, 21 Oktober 2026 mengecam komentar sejumlah pemimpin asing tentang gelombang protes dan kerusuhan di negaranya. Ia menyebut tanggapan-tanggapan itu tidak dapat diterima dan bodoh. 

Kecaman itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyalahkan imigran atas kekacauan tersebut. Macron juga berjanji mencegah terulangnya kekerasan akhir pekan lalu pada demonstrasi Sabtu mendatang, 24 Oktober 2026. 

Berbicara kepada wartawan di Doha, Qatar, Macron membantah tudingan bahwa Prancis diserbu imigran.

"Ada orang-orang yang mengklaim bahwa kita diinvasi oleh gerombolan imigran dan kaum Islamis. Itu sama sekali tidak benar," ujarnya. 

BACA JUGA:Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Kerusuhan Nasional, 1.200 Orang Ditangkap

BACA JUGA:Lemahnya Sistem dan Buruknya Fasilitas Pendidikan Picu Unjuk Rasa Pelajar di Prancis

Ia mengaku tidak melihat campur tangan asing dalam kerusuhan itu, tetapi menyebut adanya manipulasi informasi dari luar negeri setelahnya. 

Sehari sebelumnya, Trump mengeklaim tanpa bukti bahwa Prancis "ditaklukkan, dijarah, dan dibakar habis oleh para imigran, jihadis, dan komunis yang membenci agama Kristen". 

"Ini bukan soal pendidikan. Ini soal imigrasi," kata Trump.

Ketika ditanya apakah yang ia maksud dalam pernyataannya adalah Trump, Macron menjawab, "Di antaranya."

BACA JUGA:Gelombang Panas Perparah Kebakaran Besar di Spanyol-Prancis, Pemerintah Evakuasi 200 Ribu Orang

BACA JUGA:Prancis Cekal Menteri Israel Itamar Ben Gvir Imbas Video Sujud Aktivis Sumud Flotilla

Protes yang bermula pada September karena persoalan pendidikan dan biaya hidup itu berubah menjadi kerusuhan nasional, dengan puncaknya pada 17 Oktober 2026.

Menteri Kehakiman Gerald Darmanin menyebut sekitar 2.500 orang ditahan, 917 tersangka diserahkan untuk dituntut, dan 174 orang dipenjara. 

Isu Kerusuhan Dipakai untuk Kampanye Asing

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: