Gempa M 7,0 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas dan 76 Terluka
Ilustrasi seismograf. Gempa berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang Kabupaten Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonomi Xizang (Tibet), Tiongkok, pada Kamis malam, 22 Oktober 2026.-AI Generated-
HARIAN DISWAY – Gempa berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang kawasan Baqen, Kota Nagqu, Daerah Otonomi Xizang (Tibet), Tiongkok, pada Kamis malam, 22 Oktober 2026. Update terbaru kantor berita Xinhua menyebutkan bahwa 16 orang tewas dan 76 lainnya terluka.
Gempa terjadi pukul 22.33 waktu setempat. Survei Geologi AS (USGS) mencatat episentrum berada di kawasan pegunungan, sekitar 183 kilometer dari Kota Nagqu. Menurut Pusat Jaringan Gempa Tiongkok (CENC), daerah itu berpenduduk jarang dan berada di dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata lebih dari 4.800 meter.
Saat guncangan terjadi, warga berhamburan keluar rumah. Video yang dirilis media lokal memperlihatkan penduduk berlindung di jalan atau di dalam mobil.
Seorang saksi mata kepada media lokal, seperti dikutip BBC, mengaku merasa seolah-olah "ratusan yak berlari melewati kami". Warga memilih bermalam di luar ruangan dalam suhu di bawah nol derajat karena takut gempa susulan.
BACA JUGA:Banjir Bandang Nepal-Tiongkok Picu Diskusi Eksploitasi Himalaya, 3.000 Masih Dilaporkan Hilang
BACA JUGA:Korban Tewas Banjir Nepal-Tiongkok Dekati 400, Keluarga Cemas Nantikan Kabar
Otoritas lalu mengaktifkan respons darurat gempa level II, tingkat tertinggi kedua. Pasokan listrik dan jaringan komunikasi terputus. Menurut stasiun TV pemerintah CCTV, layanan kereta api yang melintasi area terdampak dihentikan sementara. Tim penyelamat dikirim ke episentrum.
Hingga Jumat pagi, media pemerintah mencatat lebih dari 400 gempa susulan. Dalam konferensi pers pada Jumat, otoritas setempat mengumumkan 16 korban tewas dan 76 korban luka. Sedikitnya 339 rumah roboh, dan media lokal melaporkan lebih dari 12.400 orang direlokasi. Listrik dilaporkan mulai pulih di sejumlah area.
1.600 personel penyelamat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi korban, tetapi sempat terhambat dengan banyak jalan tertutup longsor batu. Reporter Al Jazeera di Beijing, Katrina Yu, mengatakan salju diperkirakan turun dalam beberapa hari ke depan.
Otoritas menyebut jumlah penduduk yang jarang di wilayah itu kemungkinan turut menekan jumlah korban tewas. Namun, Yu mencatat angka korban diperkirakan masih bisa bertambah.
BACA JUGA:Banjir Bandang Nepal-Tiongkok Dipicu Runtuhnya Gletser, 168 Tewas dan 1.384 Orang Hilang
BACA JUGA:Nepal Mulai Menguburkan Korban Banjir Bandang: Ribuan Masih Hilang Ditelan Himalaya
Presiden Tiongkok Xi Jinping memerintahkan upaya pencarian dan penyelamatan secara maksimal bagi korban hilang serta penanganan medis segera bagi korban luka. Xi meminta semua upaya dilakukan untuk menekan jumlah korban.
Ia juga menekankan pentingnya memantau aktivitas seismik dan kondisi cuaca untuk mencegah bencana susulan, mengingat wilayah terdampak berada di dataran tinggi dengan suhu rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: