El Clasico Memanas, Pau Cubarsi Beberkan Kunci Pertahanan Barcelona

El Clasico Memanas, Pau Cubarsi Beberkan Kunci Pertahanan Barcelona

Duel Ferran Torres (kiri) dan Pau Cubarsi (kanan) dalam laga PSG vs Barcelona, lanjutan Liga Champions 2026/2026 fase liga matchday ke-3, Rabu 21 Oktober 2026.--UEFA

HARIAN DISWAY - Barcelona bersiap menghadapi Real Madrid dalam laga El Clasico pertama musim ini. Laga jornada ke-10 La Liga itu dijadwalkan berlangsung di Camp Nou pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 03.00 WIB.

Menjelang duel bergengsi tersebut, bek muda Barcelona Pau Cubarsi menjelaskan rahasia di balik strategi garis pertahanan tinggi yang diterapkan pelatih Hansi Flick.

Menurutnya, keberhasilan taktik tersebut sangat bergantung pada koordinasi antarpemain. Terutama dalam melakukan tekanan kolektif terhadap lawan.

Barcelona datang ke pertandingan itu dengan modal kuat di kompetisi domestik. Blaugrana (julukan Barcelona) memuncaki klasemen sementara La Liga dengan koleksi 27 poin, unggul 6 poin atas Real Madrid yang menempati peringkat ketiga. 

BACA JUGA:Dani Olmo Absen di El Clasico, 4 Pemain Barcelona Ini Bisa Jadi Solusi Hansi Flick

BACA JUGA:Kekalahan dari PSG Jadi Alarm, Barcelona Bidik Bek Baru di Januari 2027

Kemenangan atas rival abadinya akan semakin memperkokoh posisi mereka di puncak klasemen. Meski demikian, Barcelona baru saja menelan kekalahan pertama musim ini setelah takluk 2-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada tengah pekan. 

Hasil tersebut menjadi pengingat bahwa lini pertahanan mereka masih memiliki sejumlah celah yang bisa dimanfaatkan lawan.

Kunci Strategi Hansi Flick

Dalam wawancara bersama DAZN, Cubarsi menegaskan bahwa garis pertahanan tinggi merupakan bagian penting dari filosofi permainan yang ditanamkan Hansi Flick sejak awal kepemimpinannya di Barcelona.

Strategi itu mengharuskan barisan pertahanan Barcelona bermain jauh dari gawang sendiri untuk mempersempit permainan lawan. Namun, itu berisiko. Penyerang lawan dapat memanfaatkan ruang kosong di belakang bek apabila tekanan Barcelona tidak efektif.

BACA JUGA:2 Evaluasi Hansi Flick dari Kekalahan Barcelona oleh PSG, 10 Menit Terakhir Jadi Sorotan

BACA JUGA:PSG vs Barcelona 4-2, Les Parisiens Putus Tren Kemenangan Blaugrana


Duel Pau Cubarsi (kiri) dan Nacho Ferri (kanan) dalam laga Barcelona vs Feyenoord, putaran pertama fase liga Liga Champions 2026/2027, Kamis 10 September 2026.--Uefa.com

Karena itu, Cubarsi menilai tanggung jawab untuk menjalankan strategi tersebut tidak hanya berada di pundak para pemain bertahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: barca universal