Dino Patti Djalal Peringatkan Prabowo, Krisis Moneter Bisa Ancam Pemerintahan

Dino Patti Djalal Peringatkan Prabowo, Krisis Moneter Bisa Ancam Pemerintahan

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengingatkan pemerintah agar tidak meremehkan persoalan keuangan dan gejala penurunan kepercayaan pelaku usaha -Disway/Anisha Aprilia-

JAKARTA, HARIAN DISWAY – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tidak meremehkan persoalan keuangan dan gejala penurunan kepercayaan pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi Indonesia.

Dino menilai, krisis moneter yang tidak ditangani sejak dini dapat berkembang menjadi krisis multidimensi. Situasi tersebut bahkan berpotensi mengancam keberlangsungan pemerintahan, sebagaimana terjadi pada era Presiden Soeharto pada 1998.

“Jangan pernah meremehkan masalah keuangan yang menumbangkan pemerintahan Soeharto yang waktu itu jauh lebih kuat dari pemerintahan sekarang, bukan invasi asing atau kudeta militer, tapi krisis moneter yang berubah menjadi multi-krisis,” kata Dino melalui akun Instagramnya, dikutip Minggu, 25 Oktober 2026.

BACA JUGA:Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran di Surabaya, Polisi Tetapkan Seorang Mahasiswa Jadi Tersangka Bawa Knuckle

BACA JUGA:Prabowo Ancam Cabut Izin Usaha Perusahaan Pembakar Hutan, Sentil Ulah Korporasi Asing

Menurut Dino, kejatuhan pemerintahan Soeharto bukan semata-mata disebabkan persoalan moneter. Krisis tersebut berkembang menjadi persoalan ekonomi, sosial, keamanan, legitimasi, hingga politik.

Karena itu, ia mengingatkan pemerintah agar mencermati perkembangan kondisi ekonomi dan tidak menganggap enteng gejala yang berpotensi berkembang menjadi krisis lebih besar.

Dino menilai, tanda-tanda penurunan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia mulai terlihat di kalangan pelaku usaha, baik di dalam maupun luar negeri.

Gejala tersebut, menurutnya, dirasakan oleh pengusaha dari berbagai skala, mulai dari perusahaan besar hingga pelaku usaha menengah dan kecil.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah perlu memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi riil di lapangan. Informasi yang tidak lengkap berisiko membuat pengambil kebijakan terlambat membaca persoalan ekonomi yang sedang berkembang.

BACA JUGA:Presiden Prabowo Salurkan Kredit Produktif Rp400 Triliun untuk Petani dan Nelayan Tahun 2027

BACA JUGA:Unjuk Rasa di Grahadi: Soroti MBG, Karhutla, hingga Desak Prabowo-Gibran Lengser

“Dan kalau presiden tidak mencium gejala ini, berarti beliau tidak mendapat informasi yang sebenarnya mengenai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Dino menyarankan pemerintah mengambil langkah sejak dini untuk memulihkan kepercayaan dunia usaha sebelum situasi semakin memburuk.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: