Grok Rilis Tujuh Menit The Odyssey, Elon Musk Tuai Kritik
Elon Musk menjanjikan The Odyssey dengan versi cerita akurat melalui Grok. Namun, cuplikannya justru mendapat kritik keras.-@ellonmusk.fans-Instagram
Dari sisi visual, adaptasi Grok dinilai tidak seburuk yang diperkirakan. Beberapa adegan bahkan cukup meyakinkan. Mampu menggambarkan para tokoh yang berlayar di laut. Seolah diperankan aktor sungguhan.
Namun, aspek keakuratan sejarahnya masih dipertanyakan. Para karakter tidak menggunakan bahasa Yunani kuno.
Sementara narator memakai aksen Inggris. Itu mengingatkan pada permainan video fantasi dan film epik Hollywood.
BACA JUGA:Gua di Turki Diklaim Jadi Tempat Homer Menulis The Odyssey
BACA JUGA:The Odyssey Siap Hadir di Rumah, Versi Digital dan 4K Blu-ray Rilis November 2026
Kritik utama justru tertuju pada kurangnya kreativitas dan kedalaman emosional. Narasi latar belakang yang panjang kemudian berganti menjadi rangkaian wajah berjanggut. Mereka menyampaikan dialog dengan kaku.
Beberapa adegan memang mampu menyerupai kenyataan secara visual. Akan tetapi, secara keseluruhan, cuplikan tersebut dinilai tidak memiliki ritme cerita yang kuat. Tak ada alasan yang membuat penonton peduli terhadap karakter di layar.

Visual menggunakan elemen nyata dalam film The Odyssey. Hal itu dipandang remeh oleh Elon Musk. Ia menjanjikan kisah yang lebih akurat melalui Grok. Tapi versi Grok justru menuai kritik tajam.-IMDb-
Perbedaan pengalaman menonton kedua versi The Odyssey menjadi sorotan. Film Nolan yang berdurasi hampir tiga jam dinilai mampu mempertahankan perhatian penonton.
Sedangkan versi Grok justru membuat pengulasnya ingin mengetahui kapan tayangan tujuh menit itu berakhir.
BACA JUGA:Viking Draken Harald Harfagre, Kapal Unik yang Tampil dalam Film The Odyssey
BACA JUGA:Komposer Ludwig Goransson Ungkap Musik Film The Odyssey dan Rahasia Kreativitas di Baliknya
Bahkan, cuplikan tersebut diibaratkan seperti adegan sinematik dalam permainan video. Adegan yang ingin segera dilewati menggunakan tombol skip.
Kritik itu membuat kelanjutan proyek Grok dipertanyakan. Jika tujuh menit pertama saja dinilai sulit mempertahankan perhatian, adaptasi berdurasi penuh akan menghadapi tantangan lebih besar. Terutama untuk membangun cerita yang menarik.
Meski demikian, penilaian tersebut merupakan kritik terhadap cuplikan yang telah dirilis. Bukan hasil evaluasi menyeluruh terhadap film panjang yang belum tersedia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: tech crunch