Jorge Martin Tantang Risiko dan Cuaca Ekstrem Sepang demi Jaga Asa Juara

Jorge Martin Tantang Risiko dan Cuaca Ekstrem Sepang demi Jaga Asa Juara

Jorge Martin usai pemeriksaan medis di pusat medis sirkuit Sepang, demi mendapatkan izin balapan akhir pekan di GP Malaysia 2026--Twitter Alessio Piana @AlessioPiana130

HARIAN DISWAY - Tekad baja sang juara dunia kembali diuji di tengah badai cedera. Hanya berselang lima hari usai kecelakaan horor di Phillip Island yang meninggalkan retakan di lengan kanannya, Jorge Martin secara mengejutkan dinyatakan fit untuk menunggangi Aprilia di Sirkuit Sepang.

Demi menjaga asa dalam perburuan mahkota juara dari tangan Marc Marquez, sang 'Martinator' memilih untuk menentang logika medis dan turun mengaspal di Grand Prix Malaysia.

Setelah sempat dikhawatirkan harus menepi lama akibat kecelakaan keras pada Sprint Race Grand Prix Australia, Jorge Martin akhirnya mendapatkan lampu hijau. Sang 'Martinator' resmi dinyatakan fit dan siap mengaspal di Sirkuit Sepang pada akhir pekan ini.

​Kepastian tersebut diumumkan langsung setelah pemeriksaan medis di paddock Sepang, menyusul hasil observasi lanjutan dari Dr. Angel Charte. Berdasarkan pemeriksaan di Malaysia pada Kamis malam, cedera patah tulang radius pada lengan kanan Martin ternyata lebih bersih dari perkiraan awal dan tidak memerlukan tindakan operasi.

​"Saya baik-baik saja. Kondisi saya bisa jauh lebih buruk setelah kecelakaan itu," ujar Jorge Martin kepada MotoGP.com.

​"Saya merasa bersyukur berada di sini dan memiliki kesempatan untuk mencoba, hanya lima hari setelah mengalami patah tulang radius. Tentu saja, mendapatkan izin medis adalah langkah pertama. Baru setelah berada di lintasan, saya akan memutuskan apakah akan melanjutkan balapan akhir pekan ini atau tidak," tambahnya.

BACA JUGA:​Di Bayang-bayang Krisis Geopolitik, Bisakah Pembalap Boikot MotoGP Qatar 2026?

BACA JUGA:Terancam Konflik Militer, Mayoritas Pembalap MotoGP Enggan Beralapan di GP Qatar 2026

​Meski telah mengantongi izin, pembalap asal Spanyol ini tetap harus menjalani evaluasi ulang pasca-sesi latihan bebas pertama (FP1) Jumat pagi. Selain Martin, dua pembalap lain yakni Raul Fernandez dan Joan Mir juga dipastikan turun ke lintasan setelah lolos tes medis.

​Kejar-kejaran Poin dengan Marc Marquez

​Martin mengakui bahwa ambisinya untuk tetap bertarung di jalur perebutan gelar juara dunia menjadi alasan utama dirinya memaksakan diri untuk segera kembali. Saat ini, ia tertinggal tipis dengan selisih 10 poin saja dari sang pemuncak klasemen sementara, Marc Marquez.

​"Jika saya tidak sedang berjuang untuk kejuaraan, lengan saya tentu akan digips dan saya harus absen selama empat atau lima minggu. Itu prosedur normal," ungkap Martin blak-blakan.

​"Saya sudah berusaha semaksimal mungkin di Kuala Lumpur untuk mempercepat pemulihan, tetapi proses penyembuhan tulang memang butuh waktu. Tulangnya belum sembuh sepenuhnya dan masih patah, jadi saya akan membalap dengan pergelangan tangan yang patah," imbuhnya.


Jorge Martin patah tulang di Sprint Race, absen dari balapan utama MotoGP Australia 2026. Foto: Martin terjatuh pada lap kedelapan di Sirkuit Phillip Island, 24 Oktober 2026.-MotoGP-

​Tantangan Ekstrem di Sepang

​Aksi heroik Martin akhir pekan ini diprediksi tidak akan berjalan mudah. Selain harus menahan rasa sakit di atas Aprilia RS-GP miliknya, faktor cuaca ekstrem juga menjadi ancaman nyata. Prakiraan cuaca menunjukkan potensi badai petir yang kerap melanda Sepang pada siang hari.

​Sebagai langkah antisipasi, pihak Alpinestar selaku penyedia perlengkapan balap (racing suit) juga telah merancang sarung tangan khusus untuk Martin guna meredam tekanan berlebih pada area pergelangan tangannya yang cedera.

BACA JUGA:Ngotot Balapan di GP Malaysia, Carlo Pernat Peringatkan Perjudian Jorge Martin dan Risiko Yamaha

BACA JUGA:Di Balik Operasi Senyap dan Ambisi Kilat Jorge Martin Menuju MotoGP Malaysia

​Rekam Jejak Cedera Jorge Martin di Kelas Utama

​Ketangguhan mental Jorge Martin kembali diuji. Sepanjang kariernya di kelas premier MotoGP, pembalap Spanyol ini tercatat telah mengalami total 27 insiden patah tulang:

  • ​7 Fraktur (Portimao 2021): Meliputi tiga tulang tangan kanan, lutut kiri, tibial plateau kiri, malleolus tibia kanan, dan kalkaneus pergelangan kaki kiri.
  • ​4 Fraktur (Uji Coba Sepang 2025): Satu di tangan kanan (metakarpal kelima) dan tiga di kaki kiri (metatarsal ketiga, keempat, dan kelima). Hanya tangan yang memerlukan operasi.
  • ​4 Fraktur (Latihan Supermotard Menaguers, Lleida): Tiga di tangan kiri (radius distal dengan pergeseran, skafoid, dan triquetrum) serta satu di kalkaneus pergelangan kaki kiri.
  • ​11 Fraktur (GP Qatar 2025): Sebelas tulang rusuk patah (delapan di sisi kanan dari urutan pertama hingga kedelapan, serta tiga di sisi kanan dari urutan ketujuh hingga kesembilan).
  • ​1 Fraktur (GP Australia 2026): Fraktur radial, volar, dan dorsal pada lengan kanan (bukan fraktur lengkap dan tanpa tindakan operasi).(*) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: