Perempuan Dibunuh Sepupu di Bandar Lampung: Bahaya Rasa Terhina

Perempuan Dibunuh Sepupu di Bandar Lampung: Bahaya Rasa Terhina

ILUSTRASI Perempuan Dibunuh Sepupu di Bandar Lampung: Bahaya Rasa Terhina.-MAULANA PAMUJI GUSTI-HARIAN DISWAY-

Hal sepele pun jadi pemicu tersangka Rizki, 25, membunuh saudara sepupunya, Lilis Pitriani, 20, di Bandar Lampung, Minggu, 25 Oktober 2026. Polisi mengungkap, Rizki mengaku membunuh Lilis karena kesal sering disuruh-suruh korban.

MOTIF itu bisa mengherankan orang, bisa juga menjadi bahan pelajaran. Bahwa seseorang yang sering disuruh-suruh orang lain, meskipun yang disuruh selalu mau, tapi di dalam hatinya siapa tahu?

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Regan Kusuma Wardani, kepada wartawan, Minggu, 1 November 2026, mengatakan, pelaku Rizki ditangkap di rumah kerabatnya, Desa Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu, 1 November 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.

Kronologinya sederhana. Sabtu malam, 24 Oktober 2026, Rizki pesta minuman keras dengan teman-temannya. Ia pulang dan tiba di rumahnya sekitar pukul 04.00, Minggu, 25 Oktober 2026.

BACA JUGA:Pembunuhan Perempuan Motif Cemburu di Pos Ronda Demak: Kontradiksi Cemburu

BACA JUGA:Pembunuhan Perempuan oleh Pacarnyi di Grogol Petamburan, Jakbar: Gegara Pesan WA

Pagi itu juga, sekitar pukul 09.00, ia dibangunkan dari tidurnya oleh kakaknya. Sebab, Lilis minta diantarkan Rizki naik motor menuju pasar setempat untuk belanja sayur. 

Rizki dan Lilis berangkat naik motor menuju pasar. Rizki mengemudi motor.

Di tengah jalan yang sepi, tepatnya di Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, Rizki mengatakan ke Lilis, ban motor bocor. Rizki menghentikan motor. Mereka berdua turun dari motor.

Ketika Lilis jongkok memeriksa ban motor, Rizki mengambil balok kayu di dekat situ, lalu menghantamkan ke tengkuk Lilis berkali-kali. Di saat Lilis masih bergerak (berdasarkan pengakuan tersangka kepada polisi), Rizki mengikat kedua tangan dan kaki Lilis, kemudian menyumpal tenggorokannyi dengan kain.

Kompol Regan: ”Kemudian, tersangka menyeret tubuh korban, memasukkan ke selokan di dekat situ. Kemudian, pelaku menutupi tubuh korban dengan puing batu dan kayu yang ada di sekitar situ. Akhirnya tersangka pergi.”

BACA JUGA:Perempuan Pedagang Mobil Bekas Dirampok-Dibunuh: Pelaku Sudah 'Menggambar'

BACA JUGA:Perempuan Tewas Terbunuh Peluk Boneka Pikachu di Bangkalan: Bunuh demi Martabat

Namun, tersangka tidak kabur dari rumahnya. Ia tetap berkegiatan seperti biasa. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: