NU Kampus
ILUSTRASI acara wisuda sarjana di Universitas NU Blitar.-MAULANA PAMUJI GUSTI-HARIAN DISWAY-
Saya membayangkan kelak makin banyak pemimpin NU lahir dari pertemuan semacam itu. Paham tradisinya. Akrab dengan perkembangan dunia. Bisa berbicara dengan petani, sekaligus mengerti perubahan teknologi. Bisa memimpin organisasi, juga mampu mengelola lembaga secara profesional.
Namun, kampus tidak bisa bekerja sendirian. Para sarjana NU yang tersebar di berbagai profesi perlu diajak pulang. Tidak harus meninggalkan pekerjaannya. Bisa dengan mengajar. Membuka tempat magang. Mendampingi penelitian. Atau, mempertemukan kampus dengan jaringan yang mereka miliki.
NU punya banyak orang pintar. Tantangannya adalah membuat kepintaran yang tersebar itu menjadi kekuatan bersama.
Sepulang dari wisuda, saya merasa amanah ini makin berat. Tapi, juga makin menarik. Di hadapan para wisudawan, masa depan itu terasa dekat. Ada harapan keluarga yang ikut dibawa naik ke panggung.
Tugas kita memastikan harapan tersebut mendapat bekal yang cukup. Agar NU kampus tumbuh dengan ilmu yang kuat, watak yang terjaga, dan kaki yang tetap menapak di tengah masyarakatnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: