Menjelajah Lautan Teduh (37): Bahu-membahu Membangun Lapangan Biru
SAMBUTAN Moses Junior Aunama (kiri) alias Tall Mo kepada Komandan Satgas Terpadu Port Visit 2026 kepada Kolonel Laut (P) Benedictus Beny Murwanto, Senin, 19 Oktober 2026.-SATGAS TERPADU VISIT 2026-
Bakti sosial yang dilakukan Satgas Terpadu Port Visit 2026 tidak hanya memberikan sesuatu kepada masyarakat negara setempat. Lebih dari itu, satgas tersebut mampu membuat masyarakat juga bergerak memperbaiki lingkungan sekitarnya. Setidaknya, itulah yang terlihat di Honiara, Kepulauan Solomon, Senin, 19 Oktober 2026.
KESIBUKAN tersebut benar-benar terlihat di sekitar lapangan basket White River. Para anggota TNI yang mengenakan combat suit berwarna doreng kelabu mondar-mandir. Mereka membawa aneka perkakas untuk bekerja. Mulai cangkul, sabit, palu, hingga sejumlah kaleng cat plus kuas rol.
Tetapi, subsatgas Bakti Sosial yang dipimpin Kapten Laut (P) Sigit Prajadi itu tidak menjadi tontonan warga setempat belaka. Satgas yang juga diawaki para mahasiswa berbagai kampus tersebut terlihat berbaur bersama warga. Kerja bakti bareng.
Tak heran, suasana pun cukup meriah. Sesekali mereka terlihat bercanda. Saling sapa. Tentu sambil tetap bekerja. Rumput yang tinggi disaingi. Ring basket yang rusak diperbaiki. Para anggota subsatgas tersebut juga terlihat bersusah payah naik tiang ring basket. Memperbaiki papan pantulnya. Hingga mengganti ring basket tersebut.
BACA JUGA:Menjelajah Lautan Teduh (36): Bakti Sosial yang Menyentuh Hati
BACA JUGA:Mahasiswa Untag Surabaya Pelajari Praktik Komunikasi Publik Saat Jalani Magang di Diskominfo Jatim
Di tengah lapangan, anggota satgas itu memulaskan cat biru pada lapangan yang sebelumnya berwarna kelabu. Warna biru itu cukup mentereng. Kinclong. Tak seberapa lama, lapangan itu terlihat seperti baru.
Agar makin komplet, lapangan itu juga dihiasi garis-garis putih. Agar siap pakai pada keesokan harinya.
Warga pun terlihat sangat puas. Mereka tidak hanya mendapatkan lapangan yang ’’baru.’’ Tetapi juga merasa senang lantaran terlibat dalam perbaikan tersebut.
Adalah Moses Junior Aunama, founder Tall Mo Center (TMC) Foundation, yang mengerahkan warga di kawasan White River untuk membantu bakti sosial tersebut. Ia adalah pria brewok dengan tubuh tinggi besar. Panggilannya Mo. Karena tinggi, ia pun dipanggil Tall Mo. Mo si Jangkung.

PERBAIKAN RING BASKET oleh anggota Satgas Terpadu Port Visit 2026.-SATGAS TERPADU VISIT 2026-
Kepada Rizkya Dwijayanti, dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Tall Mo mengungkapkan kebahagiaannya. ’’Berkat bantuan Anda, kami bisa menggunakan lapangan ini lagi,’’ ucapnya.
Tall Mo bahkan mengaku bahwa lapangan tersebut tidak pernah dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. ’’Rasanya, ini kali pertama lapangan basket kami dilengkapi papan pantul di ringnya,’’ katanya sambil menunjuk sejumlah anggota satgas yang masih berjibaku memanjat tiang ring.
’’Bahkan, papan pantulnya berstandar internasional. Jadi, sangat bermanfaat bagi komunitas di sini. Kami juga punya tim basket. Mereka bisa memanfaatkan lapangan ini secara maksimal. Bagus, bagus,’’ ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: