DPRD Gresik Usulkan Penguatan Infrastruktur: Pembangunan Akhir Tahun Lebih Optimal
Jembatan Manyar No. 10 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, resmi dibuka untuk lalu lintas sejak 3 September 2026.-Dok. Harian Disway-
Dukungan terhadap program tersebut juga diwujudkan melalui penambahan sasaran pembangunan. Pada APBD murni 2026, penanganan JPD telah menyasar 14 ruas jalan di sejumlah kawasan perdesaan. Pemerintah daerah kemudian mengusulkan tambahan penanganan 17 ruas melalui Perubahan APBD 2026.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Eddy Pancoro menjelaskan, penambahan sasaran tersebut merupakan kelanjutan program prioritas yang telah berjalan. Sejumlah pekerjaan yang bersumber dari APBD murni juga sudah memasuki tahap pelaksanaan fisik.

PENINJAUAN PROYEK JALAN di Bungah, Gresik, oleh anggota DPRD Gresik, Kamis, 20 Agustus 2026.-Dok. Harian Disway-
"Untuk pengerjaan yang bersumber dari APBD Murni 2026 saat ini sudah mulai berjalan di lapangan, meski memang belum tuntas sepenuhnya," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi menyatakan dukungan terhadap penambahan sasaran pembangunan jalan. Menurut dia, kebutuhan peningkatan kualitas JPD masih cukup besar sehingga perlu diakomodasi melalui penguatan anggaran daerah.
"Memang di perubahan anggaran ini ada pengajuan untuk JPD lagi, karena sasaran jalan yang perlu diperbaiki cukup banyak," ungkapnya.
DPRD berharap pelaksanaan proyek tambahan tersebut dapat berjalan efektif melalui persiapan teknis dan administrasi yang matang. Koordinasi antara DPUTR, pelaksana kegiatan, dan pihak terkait juga diperlukan untuk menjaga kesinambungan pekerjaan. Dengan persiapan yang baik, anggaran yang telah disediakan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain jalan, pembangunan infrastruktur sumber daya air juga menjadi perhatian. Rehabilitasi jaringan irigasi, normalisasi waduk, serta perbaikan saluran air perlu berjalan beriringan dengan peningkatan infrastruktur jalan. Keberadaan fasilitas tersebut mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca.
Anggota Komisi III DPRD Gresik Ainul Yaqin Tirta Saputra menilai pembangunan sektor sumber daya air memiliki peran penting bagi masyarakat. Karena itu, pemerataan pembangunan perlu mencakup berbagai kebutuhan dasar, tidak hanya berorientasi pada peningkatan jalan.
"Rehabilitasi jaringan irigasi maupun perbaikan waduk juga merupakan kebutuhan mendesak yang harus segera direalisasikan," ujarnya.
Dukungan terhadap penguatan infrastruktur juga sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Gresik. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa peningkatan konektivitas wilayah menjadi bagian dari prioritas pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap.
Saat meresmikan pembangunan JPD ruas Klampok-Munggugebang, Kecamatan Benjeng, pada 4 September 2026, Yani menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan akan terus dilanjutkan hingga 2027. Wilayah Benjeng dan Balongpanggang menjadi salah satu kawasan prioritas penanganan jalan poros desa.
DPUTR Gresik menjelaskan, konstruksi beton dipilih untuk meningkatkan daya tahan jalan. Penanganan secara bertahap juga memungkinkan pembangunan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran daerah.
Selain pembangunan fisik, pemanfaatan aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Gresik mengumpulkan laporan dan pengaduan warga melalui media sosial, kanal Lapor Gus, serta layanan panggilan darurat 112. Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan ruas jalan yang membutuhkan penanganan. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: