OpenAI Rilis GPT-6 Cyber dengan Peringkat Risiko Kritis, Mampu Lacak Celah Zero-Day
CEO OpenAI Sam Altman berbicara dalam acara tahunan OpenAI, DevDay, di San Francisco, California, AS.-Reuters-
Dalam dokumen teknisnya, OpenAI menjelaskan bahwa GPT-6 Cyber dilatih untuk mereproduksi kerusakan perangkat lunak.
Pun, mampu mengembangkan eksploitasi yang berfungsi. Kemudian mencari kerentanan dalam kode program.
Salah satu kemampuan yang menjadi perhatian adalah identifikasi celah keamanan. Yang sebelumnya belum diketahui atau zero-day vulnerability.
BACA JUGA:OpenAI Luncurkan Lockdown Mode di ChatGPT, Fitur Baru Cegah Kebocoran Data
Temuan semacam itu memungkinkan pengembang perangkat lunak memperbaiki kelemahan sebelum dimanfaatkan oleh penyerang.
OpenAI juga menyatakan bahwa GPT-6 Cyber menunjukkan peningkatan kemampuan dibandingkan GPT-5.6 Cyber. Terutama dalam sejumlah evaluasi keamanan siber.
Namun, perusahaan tetap membatasi penggunaannya. Demi memastikan aktivitas model berada dalam lingkup pekerjaan yang telah memperoleh izin.
Diberi Peringkat Kritis, Akses Dibatasi
Peringkat Critical diberikan berdasarkan Preparedness Framework milik OpenAI. Penilaian tersebut menunjukkan satu hal penting.
BACA JUGA:ChatGPT Mengalami Gangguan, Ini Penjelasan OpenAI
BACA JUGA:OpenAI Luncurkan DeepResearch, Lengkapi ChatGPT untuk Melawan DeepSeek
Bahwa kemampuan GPT-6 Cyber dalam bidang keamanan siber telah mencapai tingkat yang memerlukan pengamanan khusus.
Untuk mengendalikan risiko, OpenAI membatasi akses melalui program Daybreak Red.
Pengguna harus melewati verifikasi identitas. Juga wajib memenuhi persyaratan keamanan organisasi. Baru kemudian dapat menggunakan model tersebut.
Bagi organisasi, persyaratan yang diterapkan mencakup autentikasi multifaktor (MFA), sistem single sign-on (SSO), pengelolaan perangkat, serta pembatasan akses berdasarkan kebutuhan pekerjaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: