Cheng Yu Pilihan Pendiri PINTI Nancy Widjaja: Ji Suo Bu Yu, Wu Shi Yu Ren

Rabu 25-05-2022,04:00 WIB
Reporter : Novi Basuki & Annie Wong
Editor : Tomy C. Gutomo

Nancy Widjaja ingin selalu berbuat baik terhadap sesama. Pendiri sekaligus ketua pembina Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) ini berprinsip, "己所不欲,勿施于人" (jǐ suǒ bù yù, wù shī yú rén). Yang artinya: Apa yang tidak engkau kehendaki lakukan pada dirimu, jangan engkau lakukan pada orang lain.

Itu petuah Konfusius. Termaktub dalam bab 12 kitab Lunyu (论语).

Ajaran Tiongkok klasik, utamanya yang bersumber dari falsafah Konfusius, memang mengajarkan manusia untuk senantiasa berpikir menggunakan perspektif orang lain. Atau yang biasa disebut "perspective-taking" dalam ilmu sosiologi. Misalnya, jika kita merasa sedih ketika disakiti, maka jangan pernah menyakiti. 

"Kita harus punya rasa empati. Jangan egois, selalu mementingkan diri sendiri," tegas Nancy.

BACA JUGA:Cheng Yu Ketua Umum INTI Teddy Sugianto: Hou De Zai Wu

Dengan berpikir memakai kacamata orang lain, akan mencegah kita untuk melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan mendorong kita untuk berperilaku terpuji kepada siapapun.

Sebagaimana juga ditegaskan Konfusius dalam bab 6 kitab yang sama, "己欲达而达人" (jǐ yù dá ér dá rén). Yang terjemahan bebasnya: Kalau ingin diri sendiri maju, maka berusahalah agar orang lain pun maju.

Masalahnya, tabiat tidak sedikit manusia masa kini adalah "senang melihat orang lain sedih; sedih melihat orang lain senang". Persis seperti karakter predator antagonis serigala besar nan jelek (big bad wolf) dalam Kinder- und Hausmärchen, buku yang berisi kumpulan dongeng rekaan Grimm Bersaudara dari Jerman.

Nancy, yang punya nama Mandarin Ma Yongnan (马咏南), barangkali ingin mengajak kita untuk kembali menjadi manusia yang fitrah, yang suci, yang "nguwongke wong, gawe legane wong" (memanusiakan manusia, membuat manusia lega). (*)

 

Kategori :