TADEJ Pogacar menjalani tiga musim pertama yang luar biasa bersama UAE Team Emirates. Pembalap 22 tahun itu dilaporkan mendapatkan gaji termahal di peloton. Sekitar 6 juta euro per tahun. Begitu klaim surat kabar kenamaan Italia La Gazzetta dello Sport. Perolehan Pogacar melampaui dua superstar, yaitu Chris Froome (Israel Start-Up Nation) dan Peter Sagan (Bora-Hansgrohe).
Menurut La Gazzetta, peningkatan jumlah gaji Pogacar terjadi setelah ia meneken kontrak baru bersama UAE Team Emirates akhir Juli lalu. Kesepakatan jangka panjang tersebut mengikat rider asal Slovenia itu hingga 2027. Gajinya pun meroket. Semula, Pogacar dilaporkan menerima 5 juta euro. Setelah menandatangani kontrak baru, bayarannya meningkat menjadi 6 juta euro per tahun. Melalui kesepakatan anyar itu, Pogacar bakal mengantongi 36 juta euro saat kontraknya berakhir enam tahun mendatang. Jumlah tersebut diklaim bisa bertambah. Sebab, nilai itu belum termasuk bonus potensial di masa depan. Gaji Pogacar meningkat sangat tajam dalam dua musim terakhir. Dalam sebuah laporan yang dikeluarkan media asal Prancis, L'Equipe, pada akhir Mei 2020 lalu, Pogacar "cuma" memperoleh bayaran 2 juta euro per tahun. Angka itu jauh di bawah Sagan yang dibayar 5,5 juta euro per tahun oleh tim Bora-Hansgrohe. Kemenangan di Tour de France 2020 mengubah nasib Pogacar. Dalam laporan yang dirilis media yang sama pada Maret 2021, Pogacar mendapatkan gaji 5 juta euro per tahun. Ia menyamai upah yang diperoleh Sagan. Hanya Froome yang mendapatkan gaji lebih banyak dari dua pembalap itu. Pindah ke ISN membuatnya mendapat bayaran 5,5 juta euro. Melalui kesepakatan baru, yang membuatnya bergaji 6 juta euro per tahun, Pogacar menjadi rider termahal di peloton. Hingga saat ini, belum ada laporan pembalap dengan gaji lebih besar dari itu. Mungkin saja angka tersebut dilampaui Sagan yang baru saja meneken kontrak berdurasi dua musim di TotalEnergies. Namun, hingga kini belum ada bocoran terkait gaji Sagan di ProTeam asal Prancis tersebut. Sementara itu, setelah sebulan beristirahat, Pogacar dijadwalkan tampil di Bretagne Classic-Ouest France pada 29 Agustus. Kemudian, tampil di kejuaraan Eropa di Trentino pada 12 September. Lalu, mewakili Slovenia di kejuaraan dunia di Flanders pada akhir September. Kiprahnya musim ini akan ditutup di Il Lombardia pada 9 Oktober. (Muhammad Syafaruddin)Muda, Juara, Kaya Raya
Jumat 20-08-2021,04:00 WIB
Editor : Muhammad Syafaruddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 22-06-2026,06:40 WIB
Jelang Inggris vs Ghana, Declan Rice Ungkap Cedera yang Disembunyikan Berbulan-Bulan
Senin 22-06-2026,07:30 WIB
Makan Malam Spalletti dan Carnevali Picu Spekulasi, Eks Direktur Sassuolo Masuk Manajemen Juventus?
Senin 22-06-2026,12:09 WIB
AC Milan Siap Lepas Santiago Gimenez ke MLS, Goncalo Ramos Jadi Target Utama Amorim
Senin 22-06-2026,13:13 WIB
Vlahovic Belum Jelas, Juventus Terancam Kehilangan Alexander Sorloth yang Diincar Napoli
Senin 22-06-2026,17:24 WIB
Prediksi Skor Norwegia vs Senegal: The Vikings Waspadai Ancaman Singa Teranga
Terkini
Senin 22-06-2026,21:49 WIB
Gresik Gandeng Industri, Perlindungan Perempuan dan Anak Diperkuat
Senin 22-06-2026,21:34 WIB
Revisi UU Hak Cipta Jangan Sampai Membatasi Kreativitas dan Kebebasan Berekspresi
Senin 22-06-2026,21:29 WIB
Kritik Ronaldo Egois di Piala Dunia 2026, Francisco Conceicao: Kami Tak Wajib Oper Bola ke Dia!
Senin 22-06-2026,20:58 WIB
Prediksi Marc Marquez Soal Motor MotoGP 2027: Bakal Lebih Mudah Dikendarai, Tapi...
Senin 22-06-2026,20:43 WIB