SALAH satu atraksi yang hampir selalu dilakukan para pengunjung Candi Borobudur adalah merogoh stupa berbentuk kurungan batu berlubang untuk menyentuh patung Buddha yang ada di dalamnya.
Entah dari mana asal-usul munculnya mitos yang mengatakan siapa saja yang bisa menyentuh tangan atau kaki patung itu akan memperoleh berkah dan keajaiban. Stupa-stupa itu ada di bangunan paling atas candi. Lingkar stupa yang diameternya sekitar 5 sampai 6 meter membuat tangan manusia rata-rata tidak mampu menjangkau patung batu di dalamnya. Namun, namanya juga mitos, banyak yang percaya dan kemudian mencoba. Praktik semacam itu juga dipercaya sebagian pengunjung Candi Borobudur. Sebelum merogohkan tangan ke dalam stupa, mereka ” make a wish”. Kemudian, merogohkan tangannya ke dalam stupa. Kalau berhasil menyentuh patung sang Buddha, wajah akan berbinar-binar karena percaya harapannya akan terkabul. Biasanya, seorang laki-laki harus menyentuh bagian tangan patung, dan perempuan harus menyentuh bagian kaki patung. Diameter stupa yang lebar itu sebenarnya tidak memungkinkan tangan rata-rata manusia Indonesia untuk menyentuhnya. Tapi, hal itulah yang justru membuat kepo dan penasaran dan memaksa banyak orang mencoba. Praktik itu meluas karena pengunjung mendapatkan informasi dari mulut ke mulut. Biasanya para penjual suvenir yang jumlahnya ratusan di situs itu memberikan informasi tersebut kepada pengunjung sebagai bagian dari marketing. Para pemandu wisata amatir maupun profesional juga hampir selalu menyampaikan mitos itu kepada kliennya. Ternyata praktik yang dilakukan atas dasar iseng itu sekarang dituding menjadi salah satu penyebab kerusakan patung-patung di kompleks candi Borobudur. Tangan manusia yang berkeringat akan bersenyawa dengan patung batu dan menyebabkan munculnya penyakit jamur yang bisa merusak patung. Beberapa hari terakhir ini Candi Borobudur menjadi perbincangan nasional di jagat media sosial maupun media konvensional karena kenaikan harga tiket yang fantastis. Dari harga awal Rp 50 ribu sekarang naik menjadi Rp 750 ribu. Untuk turis asing, harga tiket dipatok USD 100 (sekitar Rp 1,5 juta). Kontan, kebijakan itu menimbulkan heboh nasional. Muncul berbagai komentar pro dan kontra. Yang pro mengatakan bahwa kebijakan pricing itu penting untuk menjaga kelesetarian Candi Borobudur. Yang kontra menganggap kebijakan pricing tersebut diskriminatif dan akan menjadikan wisata Borobudur sebagai wisata elite yang hanya bisa terjangkau oleh orang-orang berada. Tiket seharga itu tentu bukan harga yang terjangkau. Kalau diasumsikan bahwa pelancong ke Borobudur datang bersama pasangan dan dua anak, mereka harus merogoh kocek sampai Rp 3 juta. Kalau dibandingkan dengan rata-rata upah minimum nasional, angka itu sudah menyentuh sebulan gaji. Tapi, para pendukung gagasan kenaikan harga itu punya pendapat lain. Pembatasan pengunjung perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian candi. Jumlah pengunjung yang tidak terkontrol disebut-sebut sebagai penyebab berbagai kerusakan yang bersifat vandalisme. Praktik merogoh stupa juga disebut-sebut sebagai salah satu penyebab kerusakan. Untuk mengatasi problem itu, cara yang ditempuh adalah melakukan proteksi melalui kenaikan harga tiket yang fantastis tersebut. Jumlah pengunjung juga akan dibatasi sampai 1.200 orang saja setiap hari. Yang berteriak paling keras mempermasalahkan kenaikan tiket itu adalah para pedagang asongan yang beroperasi di tempat wisata tersebut. Ribuan pengasong itu selama berpuluh tahun menggantungkan hidup kepada wisatawan asing dan lokal yang berkunjung ke candi. Mereka menjual berbagai suvenir. Mulai gantungan kunci sampai kaus oblong dan lukisan. Isu pelestarian lingkungan bisa diatasi dengan manajemen pengelolaan dan pengawasan yang tertata. Vandalisme yang dilakukan dengan mencorat-coret dan menempelkan permen karet bisa diawasi melalui pemasangan CCTV di seluruh area candi. Para pelaku vandalisme bisa dikenai hukuman atau denda berdasarkan peraturan daerah. Kalau terjadi pelanggaran vandalisme, pelaku bisa ditangkap dan diadili serta divonis on the spot. Masih banyak alteratif lain yang bisa diambil untuk memastikan kelestarian Candi Borobudur. Mengedukasi pengunjung akan pentingnya warisan budaya candi juga bisa dilakukan para tour guide. Sebelum masuk ke kompleks candi, para pengunjung juga bisa dideteksi melalui peralatan detektor untuk mencegah mereka membawa benda-benda yang merusak, termasuk permen karet. Kalau permen karet disebut sebagai salah satu penyebab vandalisme yang paling umum, penjualannya harus dilarang di lingkungan kompleks candi. Isu itu tidak menjadi sekadar isu budaya, tapi sudah menjadi isu politik. Pasalnya, Menteri Luhut Binsar Pandjaitan disebut berada di balik keputusan tersebut. Luhut pun kembali menjadi sasaran hujatan karena masalah itu tidak berhubungan langsung dengan portofolionya sebagai menteri koordinator kemaritiman dan investasi. Luhut pun kembali di- bully sebagai menteri segala urusan. Semua urusan investasi diurus Luhut. Semua urusan lain di luar investasi juga diurus Luhut, termasuk urusan minyak goreng. Saking luasnya urusan Luhut, sampai-sampai seorang guru besar kelautan ITS mengkritik Luhut sebagai menteri segala urusan. Satu-satunya yang tidak diurus Luhut adalah urusan kemaritiman yang seharusnya menjadi tugas pokoknya. (*)Borobudur, Mitos Stupa, dan Tugas Menteri
Sabtu 11-06-2022,05:00 WIB
Reporter : Dhimam Abror Djuraid
Editor : Yusuf Ridho
Kategori :
Terkait
Rabu 10-06-2026,10:05 WIB
Luhut: Bansos Akan Diubah Jadi Bantuan Tunai Rp5,4 Juta per Orang
Minggu 31-05-2026,10:32 WIB
AHY Resmi Gantikan Luhut Pimpin Komite Whoosh, Prabowo Rombak Struktur Pengawas Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Sabtu 30-05-2026,18:50 WIB
Borobudur Sambut Waisak, Arca Adhi Buddha yang Belum Selesai Kini Ada di Lapangan Kenari
Kamis 28-05-2026,19:17 WIB
Bhikkhu Thudong Tiba di Borobudur, 22 Hari Jalan Kaki 666 Km
Jumat 15-05-2026,12:25 WIB
Rasa Lelah dan Kaki Lecet Para Biksu Walk for Peace Terbayar Sambutan Hangat Warga Surabaya
Terpopuler
Rabu 10-06-2026,07:55 WIB
Portugal vs Nigeria: Roberto Martinez Tak Cari Formasi Ideal di Uji Coba Terakhir
Rabu 10-06-2026,10:54 WIB
Hasil Argentina vs Islandia 3-0: Messi Cetak Gol, Tim Tango Sempurna!
Rabu 10-06-2026,05:38 WIB
Tottenham Incar Bremer, Vicario Bisa Jadi Bagian Negosiasi dengan Juventus
Rabu 10-06-2026,12:36 WIB
Arsenal Juara Liga Inggris, Thomas Tuchel Ogah Berjudi Soal Cedera Bukayo Saka
Rabu 10-06-2026,07:30 WIB
Analisis Grup J Piala Dunia 2026: Argentina Di Atas Angin, Austria dan Aljazair Saling Sikut
Terkini
Rabu 10-06-2026,23:50 WIB
Serial NPSIS (3): Negara Membutuhkan 'Radar Risiko'
Rabu 10-06-2026,23:26 WIB
Konferensi Internasional COMSATS di ITS Soroti Riset Pengembangan Sains dan Teknologi
Rabu 10-06-2026,21:26 WIB
PLTGU Jawa Satu Beroperasi Andal, Siap Dukung Keandalan Sistem Kelistrikan Jawa-Bali
Rabu 10-06-2026,21:22 WIB
Marcus Rashford Kembali ke Man United, Barcelona Tak Ambil Opsi Permanen
Rabu 10-06-2026,21:18 WIB