Sebetulnya, tim Tahu Gimbal dari Semarang menyaingi performa sang jawara kelas elementary dari Surabaya itu. Pasangan Kellen Abhirama Syukur, Aldennio Raffasya Arief, Nadia Yumna Syabilla sukses meraih skor 250 poin.
Bahkan, sama-sama mencapai skor sempurna di babak kedua, yaitu 125 poin. Di babak kedua pun berhasil mencapai 125 poin. Meski, sempat kalah jauh di babak pertama karena hanya berhasil mengumpulkan 85 poin. ”Jalannya agak seret karena rodanya kotor, lupa dibersihkan,” kata Arief.
Selain Ammar dan Fakhri di kelas elementary, ada dua tim lain yang bakal diberangkatkan ke Jerman. Yaitu, tim Kepik Jogja asal Yogyakarta yang mewakili kelas senior dan tim Robokidz-DreamApex Surabaya yang mewakili kelas junior. Dengan begitu, ada dua tim dari Surabaya yang akan berlaga di WRO Jerman.
”Karena peserta kurang dari 50 tim, Indonesia hanya dijatah satu tim untuk setiap kategori,” ujar Ketua Penyelenggara WRO Indonesia 2022 Dwiky Fajri Syahbana.
Ya, tiga kelas di kategori robo mission hanya berhasil mempertandingkan 30 peserta. Perinciannya, 6 tim peserta kelas senior, 14 tim peserta kelas junior, dan 10 tim peserta kelas elementary.
Sementara itu, kategori entry level khusus bagi para pemula hanya diikuti 17 tim. Para juara di kategori tersebut tidak akan diberangkatkan ke Jerman. ”Karena kategori entry level itu kami yang mengadakan. Standarnya bukan internasional,” ungkapnya. (*)