Sedekah Oksigen dengan Tanam Pohon

Selasa 13-09-2022,05:00 WIB
Reporter : Michael Fredy Yacob
Editor : Noor Arief Prasetyo

SURABAYA, HARIAN DISWAY- HANYA ada satu bumi untuk tempat hidup manusia. Harus terus dijaga kelestarian lingkungannya. Itu merupakan tema nasional dalam peringatan hari lingkungan hidup di 2022. Peringatan itu pun dijadikan momen penting di Jawa Timur.

Tentu untuk menyatukan semangat, tekad, dan komitmen menjaga lingkungan. Pun, Pemprov Jawa Timur kini sedang berupaya dalam pengendalian perubahan iklim. Itu dilakukan melalui kebijakan sektor.

Termasuk memobilisasi sumber daya, keuangan, teknologi, dan investasi dengan menggunakan prinsip kemitraan berorientasi hijau. Salah satu wujudnya adalah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat sedekah oksigen.

Yakni, dengan menanam dan memelihara pohon. Itu harus dilakukan sejak usia dini. Tindakan tersebut sederhana. Tapi, dampaknya sangat besar dirasakan manusia. Tidak hanya hari ini. Tapi selama tanaman itu ada.

”Kami selalu menggaungkan gerakan sedekah oksigen. Kami membagikan bibit tanaman untuk ditanam dan dipelihara di sekitar rumah masing-masing,” ujar Khofifah pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Jatim di JX International, Surabaya, Senin, 12 September 2022.

Melalui tindakan tersebut, setiap masyarakat juga diharapkan bisa menanam tumbuhan jenis apa pun. ”Harapannya, ini akan membuat masyarakat makin peduli akan pentingnya kebutuhan oksigen bagi bumi dan lingkungan kita,” lanjutnyi.

Pelestarian lingkungan itu merupakan tugas penting penduduk bumi. Melakukan tindakan itu tidak harus dengan hal yang besar. Juga, tidak menunggu nanti.

”Tugas kita hari ini harus memulihkan bumi dan dunia. Kita harus bisa menjaga bumi, menjaga alam, dan mendukung pelestarian lingkungan dari ekosistem kita. Kapan pun di mana pun harus segera dimulai. Sekecil apa pun,” terangnyi. 

Selain itu, terkait pencegahan kehilangan keanekaragaman hayati, Khofifah mengingatkan agar terus dilakukan perlindungan wildlife dan habitatnya. Melalui konservasi kawasan serta perlindungan keanekaragaman hayati.

”Kebijakan dan langkah pencegahan kebakaran hutan serta lahan secara permanen. Termasuk patroli aparat bersama masyarakat. Semua elemen harus bergotong royong untuk melakukan pencegahan itu,” bebernyi. 

Saat bersamaan, mantan menteri sosial tersebut meluncurkan aplikasi sistem uji laboratorium berbasis teknologi informasi (SI-LABI). Itu adalah aplikasi uji laboratorium untuk limbah cair, emisi udara, hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang telah berbasis teknologi informasi. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati mengatakan, sudah banyak kebijakan lingkungan yang telah dihasilkan pemerintah. ”Kebijakan yang lebih konkret kepada masyarakat terkait Undang-Undang Perubahan Iklim hingga limbah beracun,” ungkapnyi. 

Dia juga meminta masyarakat agar peduli terhadap lingkungan. Dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, dibutuhkan keterlibatan semua pihak secara konstruktif. (*)

 

Kategori :