Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Pada Triwulan 1 2026 Mencapai 6 Persen
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan 5,5 hingga 6 persen pada triwulan 1 2026-AI Generated-
HARIAN DISWAY - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 dengan estimasi berada di kisaran 5,5 hingga 6 persen secara tahunan (year-on-year).
Jika terealisasi, angka ini menunjukkan peningkatan tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (2025) yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87 persen.
Optimisme tersebut didorong oleh kokohnya berbagai indikator makroekonomi sejak awal tahun. Indeks manufaktur (PMI) Indonesia terpantau berada di zona ekspansi selama enam bulan berturut-turut, sementara Indeks Kepercayaan Konsumen meningkat ke level 134,8 poin dari sebelumnya 131,6 poin.
Kondisi ini mengonfirmasi bahwa aktivitas produksi tetap bergeliat dan daya beli domestik masih sangat kuat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong angka pertumbuhan tersebut agar tetap berada di jalur yang positif hingga akhir tahun.
BACA JUGA:Pemerintah Perpanjang Masa 'Parkir' Dana Rp200 Triliun di Bank Himbara hingga September 2026
BACA JUGA:Defisit APBN Januari 2026 Capai Rp54,6 Triliun, Purbaya Optimis Tetap Terkendali
"Proyeksi pertumbuhan kuartal I 2026 mencapai sekitar 5,5 sampai 6 persen dan full year 2026, kalau di APBN kan 5,4 persen, tapi kita akan dorong ke arah 6 persen juga," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN kita di Kemenkeu, Senin, 23 Februari 2026 -Youtube Kemenkeu-
Guna menjaga momentum tersebut, pemerintah menargetkan realisasi belanja negara sebesar Rp 809 triliun pada triwulan pertama. Alokasi ini mencakup Rp 62 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penyiapan dana Rp 55 triliun untuk Tunjangan Hari Raya (THR) yang menyasar 10,5 juta penerima dari kalangan ASN, TNI, dan Polri pada pekan pertama Ramadan.
Selain itu, terdapat paket stimulus ekonomi senilai Rp 15 triliun yang mencakup diskon tarif transportasi serta bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi 35,04 juta keluarga penerima manfaat. Purbaya berharap intervensi fiskal ini efektif mendorong roda ekonomi di awal tahun.
BACA JUGA:Kesepakatan Tarif Prabowo–Trump Buka Peluang Perluasan Lapangan Kerja, Ini Penjelasan Pakar Ekonomi
BACA JUGA:Penerimaan Pajak Bulan Januari 2026 Melonjak 30,7 Persen, Purbaya: Sinyal Perbaikan Ekonomi
Faktor musiman seperti perayaan Imlek dan Idulfitri juga diprediksi menjadi pendongkrak utama permintaan barang dan jasa. Ditambah lagi, kebijakan work from anywhere (WFA) serta momentum libur panjang dinilai turut menopang aktivitas konsumsi masyarakat secara luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: