Terjadi 2.919 Gempa Letusan di Semeru Sejak 1 November 2022

Minggu 04-12-2022,16:17 WIB
Reporter : Salman Muhiddin
Editor : Salman Muhiddin

LUMAJANG, HARIAN DISWAY - Satu hari sebelum erupsi besar semeru meletus, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan laporan harian, 3 Desember 2022. Rupanya Semeru memang sedang sangat aktif.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa karakter erupsi Semeru saat ini adalah erupsi eksplosif yang berselang seling dengan erupsi efusif.  Letusan abu bertipe vulcanian terjadi setiap hari. Terkadang diikuti  guguran lava serta awan panas.

Aliran awan panas guguran mengarah ke tenggara. Alias ke Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar. 

BACA JUGA: Mengapa Jepang Mewaspadai Tsunami Usai Erupsi Semeru


Erupsi semeru yang terekam kamera CCTV BPBD Lumajang.-BPBD-

Sehari sebelum erupsi besar itu,  status Semeru sudah  Level III (Siaga). Status itu terjadi  sejak 16 Desember 2021. Semeru memang sangat aktif setahun terakhir. Erupsi besar 4 Desember 2022 juga mengulang erupsi yang sama pada 4 Desember 2021. Pas setahun.

PVMBG yang diunggah pada 3 Desember itu menunjukkan aktivitas Semeru sejak 1 November 2022 hingga 2 Desember 2022 pukul 24.00 WIB.

 

Laporannya meliputi:

Letusan abu terjadi dengan rata-rata 88 kali erupsi per hari. 

Awan panas guguran terjadi 2 kali dengan jarak luncur maksimal mencapai 4.5 km dari puncak.

Asap kawah utama teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal dan tinggi mencapai 50 – 1500 meter dari puncak.

Aktivitas kegempaan terekam 2.919 kali Gempa Letusan, 2 kali Gempa Awan Panas, 81 Gempa Guguran, dan 137 kali Gempa Hembusan. 

Aktivitas awan panas guguran masih berpotensi terjadi dikarenakan adanya endapan material dari pusat erupsi. 

Potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunung Api Semeru.

Pemantauan deformasi masih menunjukkan terjadinya inflasi (peningkatan tekanan) yang menunjukkan masih terjadinya proses suplai magma ke dalam kantong magma maupun ke permukaan. 

Pemantauan area panas (hotspot) menunjukkan adanya anomali thermal sekitar 12 Mw di sekitar area kawah yang mengindikasikan masih adanya tumpukan material panas pada kawah Gunung Api Semeru.

Mengingat kegiatan Gunung Api Semeru masih tinggi dan serta masih berpotensi terjadinya awanpanas guguran serta aliran lava maka Badan Geologi menyatakan Tingkat Aktivitas Gunung Api Semeru masih berada pada Level III (SIAGA) hingga 2 Desember 2022.

 

Sehubungan Tingkat Aktivitas Gunung Api Semeru saat ini masih berada di level Level III (SIAGA), dihimbau kepada masyarakat/pengunjung/wisatawan:

Mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)

Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Agar masyarakat tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab mengenai aktivitas Gunung Api Semeru,dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya. Informasi mengenai aktivitas Gunung Api Semeru terkini dapat diperoleh melalui aplikasi/Website Magma Indonesia (www.vsi.esdm.go.id atau magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (Facebook, Twitter, dan Instagram @pvmbg). (*)

Kategori :