Lima Pendaki Luka-Luka, Dua Wisatawan Diduga Tewas Akibat Erupsi Gunung Dukono
Ilustrasi. Lima pendaki dilaporkan luka-luka dan dua wisatawan diduga meninggal dunia dalam peristiwa erupsi Gunung Dukono -AI Generated-
HALMAHERA UTARA, HARIAN DISWAY – Gunung Dukono di HALMAHERA UTARA, Provinsi Maluku Utara mengalami peningkatan aktivitas vulkanik drastis pada 8 Mei 2026, pukul 07.41 WIT/
Letusan dikabarkan terjadi beberapa kali hingga memicu kolom abu setinggi 10 km dari puncak. Di saat bersamaan, lima orang pendaki dilaporkan mengalami luka-luka saat kejadian. Saat ini mereka tengah dalam penanganan medis, sementara dua orang lainnya diduga meninggal dunia.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas, tim gabungan saat ini tengah melakukan penyisiran intensif untuk mengevakuasi para pendaki yang terjebak saat erupsi terjadi.
Lima korban luka tersebut masih dalam proses pendataan identitas oleh petugas di lapangan seiring dengan upaya penyelamatan yang terus berjalan.
BACA JUGA:Aktivitas Magmatik Gunung Dukono Meningkat, Kota Tobelo Siaga Hujan Abu
BACA JUGA:Gunung Dukono di Halmahera Utara Meletus, Kolom Abu Capai 10.000 Meter
Di sisi lain, laporan koordinasi lintas instansi menyebutkan adanya informasi mengenai dua wisatawan yang diduga meninggal dunia akibat insiden tersebut. Meski demikian, pihak Basarnas menegaskan bahwa status informasi ini masih dalam tahap verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dan kronologi kejadian di lokasi.

Kolom Abu Gunung Api Dukono 10 km di atas puncak. Terlihat dari Kota Tobelo -BNPB, PVMBG-
Berdasarkan hasil diskusi antarinstansi, terdapat dugaan kuat adanya kelalaian dari pihak pegiat wisata atau oknum yang tetap nekat melakukan aktivitas pendakian. Padahal, Kementerian Pariwisata dilaporkan telah mengeluarkan surat resmi penutupan kawasan pendakian Gunung Dukono guna mengantisipasi risiko keselamatan.
"Pemerintah terus melakukan pendalaman informasi untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh," tulis laporan BNPB terkait dugaan pelanggaran prosedur pendakian tersebut.
BACA JUGA:127 Gunung Api Aktif di Indonesia, 27 Berstatus Waspada hingga Siaga, 15 Juta Jiwa Terpapar Risiko
BACA JUGA:Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.000 Meter dari Puncak
Hingga Jumat siang, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta potensi SAR setempat masih terus menyisir lereng gunung. Upaya evakuasi dilakukan dengan penuh kewaspadaan mengingat aktivitas kegempaan dan erupsi susulan masih berpotensi terjadi sewaktu-waktu dari Kawah Malupang Warirang.
Pemantauan aktivitas Gunung Dukono juga akan terus dilakukan secara berkala dan evaluasi tingkat aktivitas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi vulkanik di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: