HARIAN DISWAY - Di Jawa Timur Park 3, pengunjung tak sekadar berwisata dan bersenang-senang. Melainkan mereka juga teredukasi. Mulai dari mengenal nama-nama dinosaurus hingga mengetahui periodisasi zaman di bumi. Mulai dari Mesozoikum hingga zaman es. Janardhana Dipa Gantari tahu banyak hal tentang dinosaurus. Melebihi saya. Mulai dari jenisnya, karakter bentuknya serta senjata yang digunakan. Maka jauh-jauh hari, ketika tahu di sebuah tempat wisata di Batu terdapat wahana dinosaurus, anak saya itu sudah merajuk minta ke sana. Tentu saya tak bisa buat janji jika masih hari biasa. Selain pekerjaan, ada banyak hal yang tak memungkinkan kami untuk pergi bersama. Kecuali, bila ia dan saya sama-sama libur. Libur sekolah dan libur kerja. Dan waktu yang dinanti-nanti itu akhirnya tiba. Yakni tepat pada hari pertama Idulfitri. Siang itu saya menjemput ia di rumah neneknya. Setelah bersalam-salaman dengan tetangga kanan-kiri, kami berangkat ke Batu. Menuju Jatim Park 3, tempat "sarang" dinosaurus itu. Dalam perjalanan, anak saya tak henti-hentinya berbicara tentang hewan purba itu. Menjabarkan tiap detail bentuk beserta jenis makanannya. "Tyrannosaurus itu makan daging. Brachiosaurus itu makan tumbuhan. Kalau dinosaurus yang ada di Argentina itu makan semuanya. Daging doyan, sayur juga doyan," katanya lugu. Dulu kami memang pernah browsing di internet soal dinosaurus omnivora. Fosilnya ditemukan di Argentina tapi hingga kini belum diberi nama. Soal itu anak saya masih ingat betul. Sepanjang perjalanan dari Surabaya ke Batu, kami habiskan dengan bercengkerama soal dinosaurus. Waktu tempuhnya sekitar satu setengah jam. Lebih cepat dari biasanya, karena hari libur lebaran. Saat ketika orang-orang sedang sibuk berkunjung, kami malah nglencer. Jalanan relatif sepi dan lancar. Seperti lazimnya, jalan di Batu tak terlalu lebar. Jika sedang macet, maka bisa tua di jalan, atau istilah anak zaman sekarang: lalu lintas yang merenggut masa muda. Sampai di Jalan Ir Soekarno, Beji, patung dinosaurus raksasa sudah menyambut di depan. Gerbangnya pun berhias kepala T-Rex. Meski jalanan sepi, tapi suasana tempat wisata Jatim Park 3 cukup ramai. Petugas sampai menyuruh kendaraan kami untuk parkir di tempat paling belakang. "Lewatnya pintu masuk ketiga ya Pak," katanya. Deretan mobil terparkir rapi. Setiap barisan terdapat dua-tiga pengatur, karyawan setempat. Tak lewat pintu utama karena jaraknya terlalu jauh. Pintu ketiga ada di ujung timur, dekat parkiran mobil indoor. Naik tangga ke atas hingga sampai ke lantai dua bagian dalam Jatim Park 3. Kami melewati beberapa wahana yang jika ingin masuk wajib beli tiket di tiap ruang, atau dengan tiket terusan yang dapat dibeli di loket utama, dekat Museum Musik Dunia. Harga tiket terusan paling mahal adalah 70 ribu rupiah. Bisa lebih murah, menggunakan aplikasi penyedia tiket online. Tapi saran saya tidak perlu pesan tiket online, karena bedanya hanya lebih murah 2 ribu rupiah. Pesan dua tiket, totalnya 140 ribu. Seorang karyawan memasang gelang tiket di tangan kami, lantas kami turun ke lantai dasar menggunakan eskalator. Di depan pintu masuk Dino Park atau Taman Dinosaurus, terdapat ruang terbuka dengan patung T-Rex di tengah-tengah kolam. Banyak pengunjung bercengkerama di situ sembari menikmati makanan dan minuman yang dapat dipesan di outlet-outlet sekitar. Antrean cukup panjang untuk memasuki wahana Dino Park. Memang wahana tersebut cukup favorit. Setelah masuk, terdapat robot-robot dinosaurus yang mampu melakukan gerakan sederhana. Seperti mengangguk, menggeleng serta membuka mulut. Di tiap robot terdapat papan kecil keterangan tentang dinosaurus-dinosaurus itu. Misalnya, giganotosaurus, sebagai karnivora terbesar yang fosilnya ditemukan di Argentina. Ada pula keterangan tentang jenis-jenis dinosaurus berdasarkan makanannya, yang terpampang besar di dinding ruang pertama itu. Seperti herbivora, karnivora dan omnivora. Anak saya jadi mengingat kembali pelajaran biologi di sekolahnya. Lantas memetakan dinosaurus-dinosaurus itu ke dalam masing-masing jenis makanannya. Di ruang kedua, seperti laboratorium raksasa. Terdapat replika fosil yang besar dan menjulang tinggi. Anak saya bertanya, "Ini fosil beneran, Pa?". Saya jawab "ya", meski saya tahu itu replika. Saya hanya tak ingin merusak harapannya saja. Janardhana terperangah di depan fosil stegosaurus yang besar. Di punggungnya terdapat tulang-tulang berujung runcing, berbentuk trapesium yang menyembul rapi dari atas hingga ekornya. Lantas di sisi kiri terdapat fosil mammoth atau gajah purba yang hidup di zaman es. Di sebuah sudut terdapat ruang "Dino Class" atau kelas dino. Di situ anak-anak dapat belajar tentang berbagai jenis dinosaurus hingga seluk-beluk fosil. Terdapat keterangan yang ada di meja panjang, dan untuk mencari tahu, harus membuka penutupnya dulu. Seperti anak saya yang ingin tahu tentang fosil, maka ia membuka sebuah penutup dan menemukan keterangan: fosil terbentuk di dalam tanah, lebih dari ribuan tahun. Mineral dan tanah penahan membuat celah menuju ke tulang dan mengubahnya menjadi batu. Ia mengangguk. Paleontolog kecil saya rupanya jadi banyak tahu. (Guruh Dimas Nugraha) Indeks: Scanning telur dinosaurus, baca besok...
Serunya Wisata ke Jatim Park 3: Belajar jadi Paleontolog (1)
Kamis 25-05-2023,19:20 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Heti Palestina Yunani
Kategori :
Terkait
Selasa 19-05-2026,21:59 WIB
JAPFA Soroti 18 Tahun Perjalanan JAPFA for Kids Lewat AKJJ 2026
Selasa 12-05-2026,14:00 WIB
Padhang Njingglang Art Fest 2026, Hidupkan Ruang Kreatif Anak di Candi Sanggrahan Tulungagung
Selasa 12-05-2026,12:27 WIB
Wali Kota Pasuruan Dukung Penuh Bromo Kom 2026, Sebut Jadi Event Sepeda Bergengsi
Senin 04-05-2026,11:32 WIB
Awarding Night Surabaya Tourism Awards (STA) 2026 Jadi Motivasi untuk Lebih Baik Lagi
Sabtu 02-05-2026,17:04 WIB
Surabaya Tourism Awards 2026, Cak Ning Surabaya Ajak Aktif Promosikan Wisata Lewat Media Sosial
Terpopuler
Rabu 20-05-2026,10:39 WIB
8 Momentum yang Menentukan Arsenal Juara Liga Inggris, Belanja Pemain Jadi Fondasi
Selasa 19-05-2026,20:01 WIB
Enzo Maresca Resmi Gantikan Pep Guardiola di Manchester City Musim Depan
Selasa 19-05-2026,20:51 WIB
Kabar Buruk Arsenal! Jurrien Timber Terancam Absen di Final UCL dan Piala Dunia 2026
Selasa 19-05-2026,19:24 WIB
Pamit dari Marseille, Benjamin Pavard Kembali ke Inter Milan dengan Status Gantung
Selasa 19-05-2026,20:11 WIB
Statistik Buruk Juventus Terungkap, Ada Masalah Serius di Lini Pertahanan dan Kiper
Terkini
Rabu 20-05-2026,17:00 WIB
Pegadaian Perkuat Dominasi Bank Emas, Kelolaan Emas Tembus 145 Ton
Rabu 20-05-2026,16:25 WIB
SPTP dan DKPP Surabaya Perketat Pengawasan Hewan Kurban
Rabu 20-05-2026,16:15 WIB
Fasilitas Massage Atria Hotel Malang Jadi Pilihan Tamu untuk Recharge Setelah Aktivitas
Rabu 20-05-2026,15:39 WIB
Mourinho Balik ke Real Madrid, Solusi Perang Dingin Mbappe-Vinicius
Rabu 20-05-2026,15:32 WIB