Makanan Olahan UMKM Sidoarjo Tembus Pasar Arab Saudi dan Malaysia

Senin 31-07-2023,19:19 WIB
Editor : Noor Arief Prasetyo

SIDOARJO, HARIAN DISWAY- Mie telur produksi CV. Indigo Sejahtera kembali masuk pasar luar negeri. Kali ini merambah Malaysia. Tahun lalu produk serupa sudah dikirim ke Jeddah Arab Saudi. Senin, (31/7) pagi, satu kontainer produk olahan makanan itu diterbangkan ke negara tetangga Malaysia. 

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP sendiri yang kembali melepasnya. Pelepasan dilakukan di tempat usaha CV Indigo Sejahtera Jalan Raya Lebo. Produk mie sayur instant bermerk Zumami tersebut bikinan UMKM warga Desa Lebo Kecamatan Sidoarjo. Hadir dalam pelepasan Co. Founder Akademi Mudah Ekspor Reza. Ekspor ini memang difasilitasi Akademi Mudah Ekspor dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).


Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor S.IP berfoto bersama pelaku UMKM Sidoarjo.-Humas Pemkab Sidoarjo-

Gus Muhdlor panggilan akrab bupati Sidoarjo itu mengatakan, produk UMKM Sidoarjo tidak kalah bersaing dengan produk luar negeri. Terbukti dari ekspor produk makanan olahan CV. Indigo Sejahtera. Dikatakannya ekspor kali ini merupakan salah satu dari ratusan produk UMKM Sidoarjo yang telah merambah luar negeri. Sebelumnya, 300 orang pelaku UMKM Sidoarjo berhasil memasarkan produknya ke mancanegara. Kala itu difasilitasi Surabaya Ekspor Center. 

“Satu tahun yang lalu dari Surabaya Ekspor Center membawa produk UMKM Indonesia go to eksport, ditarget seribu produk UMKM dari 8 provinsi di Indonesia yang akan diekspor. Ternyata melebihi target. Terdapat 1.500 produk UMKM yang diekspor. Dari jumlah tersebut, 300 atau 20 persennya adalah produk UMKM berasal dari Sidoarjo,”ucapnya. 

Gus Muhdlor berharap capaian pemasaran ekspor seperti ini dapat dijaga. Para pelaku UMKM Sidoarjo diminta menjaga kualitas produknya. Bahkan dapat ditingkatkan kualitasnya. Inovasi produk juga dimintanya. 

“Saya yakin dengan konsistensi ini produk kita akan mampu bertahan di mancanegara,”ucapnya.

Gus Muhdlor juga meminta dukungan dari masyarakat Sidoarjo terhadap produk lokal. Salah satunya dengan membeli produk-produk UMKM Sidoarjo. Dukungan tersebut akan menguatkan keberadaan para pelaku UMKM Sidoarjo.

Gus Muhdlor juga mengungkapkan, hasil penelitian Kementerian Koperasi RI tahun 2020 terkait kendala para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Diungkapkannya, 50 persen industri kecil tidak bisa berjalan karena kurang modal. Kabupaten Sidoarjo menepis hal itu dengan meluncurkan Program Kurda Sayang (Kredit Usaha Rakyat Daerah Sidoarjo Yang Gemilang). Program bantuan permodalan tersebut mematok bunga rendah. Hanya 3 persen pertahun. 

“Kalau panjenengan berminat, sampaikan kepada Disperindag Sidoarjo, nanti difasilitasi ke BPR Delta Artha Sidoarjo,”ucapnya.

Kendala selanjutnya, ungkap Gus Muhdlor, sebanyak 34 persen gagal karena tidak memahami pangsa pasar. Sisanya 8 persen karena faktor perizinan dan 5 persen adanya bahan baku impor yang dipakai. 

Co. Founder Akademi Mudah Ekspor Reza mengungkapkan produk makanan olahan kali ini akan dipasarkan di supermarket DoMart Kuala Lumpur Malaysia. Minimarket tersebut 100 persen diisi produk-produk tanah air. 7 Juni 2023 lalu Domart Malaysia diresmikan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan. 

“Domart merupakan jaringan supermarket modern yang khusus menjual produk Indonesia dan beliau menyampaikan kepada kami bahwa 30 persen harus diisi oleh produk UMKM,”ujarnya.

Reza mengatakan, produk ekspor UMKM kali ini telah melalui seleksi yang ketat. Tiga bulan lamanya untuk menentukan produk UMKM yang layak ekspor. Ia mengapresiasi produk makanan olahan dari Kabupaten Sidoarjo. Banyak produk Sidoarjo yang lolos dalam seleksi tersebut.

“Kepada UMKM terpilih luar biasa perjuangannya, tiga bulan seleksi dan kenapa pelepasan produk ekspor ini di Sidoarjo karena yang banyak lolos dari Kabupaten Sidoarjo,” ucapnya. (*)

Kategori :