BACA JUGA:Menu Makan Bergizi Gratis di Surabaya Disamakan, Wadah Masih Gunakan Plastik, Beban Sampah Bertambah
Hasil survei awal program MBG menunjukkan bahwa setiap siswa rata-rata membuang 25-40 gram sampah makanan.
Jika 600.000 siswa di Surabaya mendapatkan MBG, maka diperkirakan akan ada sekitar 15-24 ton sampah sisa makanan setiap hari, belum termasuk sampah yang dihasilkan selama proses memasak.
Satu ton sampah makanan dapat menghasilkan sekitar 2.324,24 kg emisi gas rumah kaca setara CO2.
Selain deklarasi, siswa juga akan mengadakan kampanye dan edukasi kepada pengunjung CFD Jalan Darmo, mengajak warga untuk menghabiskan makanan mereka.
Bersamaan dengan deklarasi, akan ada kampanye untuk menghentikan penggunaan alat makan sekali pakai. Tas kresek dan alat makan sekali pakai merupakan jenis sampah plastik terbanyak di Surabaya.
Meskipun ada peraturan pembatasan penggunaan tas kresek, penggunaan alat makan sekali pakai justru meningkat seiring berkembangnya kegiatan kuliner.
Dengan langkah ini, Surabaya berharap dapat mengurangi timbulan sampah dan menjaga kesehatan masyarakat. Mari bersama-sama berpartisipasi dalam gerakan ini untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat! (*)