Keempatnya membawa pengaruh besar bagi masa depan Gereja Katolik. Dan mereka membutuhkan minimal 75 suara untuk bisa menduduki takhta sebagai pemimpin Gereja Katolik yang baru.
Di tengah persiapan Konklaf yang krusial, Thomas Lawrence mendengar rumor soal para kardinal yang menjadi kandidat Paus. Salah satunya datang dari Janusz Wozniak, kepala rumah kepausan yang melakukan penyelidikan secara diam-diam.
BACA JUGA:Keanu Reeves Pastikan Proyek Constantine 2 Berlanjut
BACA JUGA:The Brave and the Bold: Batman Baru DCU Bukan Robert Pattinson
Ia menemukan fakta bahwa Bapa Suci sendiri meminta Joseph Tremblay mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kardinal. Hal itu diucapkan tepat pada malam ia meninggal, sebelum terkena serangan jantung.
Sinopsis Conclave, Persaingan Kardinal dalam Mencari Takhta Suci--X @DEADLINE
Tremblay menyangkal tuduhan tersebut. Sementara itu, Aldo Bellini terang-terangan mengatakan kepada para pendukungnya, bahwa cita-citanya hanyalah menggagalkan ambisi Goffredo Tedesco menjadi Paus.
Hingga menjelang pemilihan, Thomas Lawrence dikejutkan oleh kemunculan Uskup Agug Vincent Benitez dari Kabul, Afghanistan. Ia mengklaim telah diangkat menjadi Kardinal oleh Bapa Suci secara rahasia setahun sebelumnya. Ia menuntut ikut dalam pemilihan Paus. Nah, lho?
Apa yang harus dilakukan Thomas Lawrence sebagai orang yang diserahi memimpin proses Konklav? Siapakah yang akan memimpin Gereja Katolik selanjutnya?
Anda bisa mendapatkan jawabannya dalam film Conclave, yang sudah tayang di Indonesia mulai Rabu, 26 Februari 2025.
BACA JUGA:Perilisan Spider-Man 4 Ditunda, Tak Ingin Berdekatan dengan The Odyssey
BACA JUGA:Sinopsis The Monkey, Film Horor Komedi Adaptasi Cerita Pendek Stephen King
Di tangan Edward Berger, situasi ketegangan dan intrik yang menyelimuti proses pemilihan Paus begitu nyata.
Maklum, sineas kelahiran Jerman itu terbiasa mengerjakan film-film thriller. Beberapa karyanya sebelumnya adalah Your Honor (2020), The Terror (2018), dan All Quite on the Western Front (2022), nomine Oscars 2023.
Film bergenre thriller politik itu berdurasi 120 menit. Ia telah meraup pendapatan sekitar USD 89 juta dolar di seluruh dunia, atau setara Rp 1,6 triliun. Conclave juga mendapat rating 93 persen dari kritikus dan skor audiens sebesar 86 persen di situs Rotten Tomatoes.