Penyebab Nastar Retak dan Cara Mengatasinya: Rahasia Olesan Kuning Telur yang Glowing Sempurna
Ilustrasi kue nastar untuk Natal yang lumer di mulut-Instagram/ @butteree.id-Instagram/ @butteree.id
HARIAN DISWAY - Nastar adalah ikon kuliner Lebaran yang hampir tak tergantikan. Teksturnya yang lembut dengan isian selai nanas manis-asam menjadikannya favorit.
Namun, di balik popularitasnya, tidak sedikit pembuat kue rumahan yang menghadapi kendala saat membuat nastar. Salah satunya adalah permukaan yang retak setelah dipanggang.
Padahal, tampilan mulus dan mengilap merupakan salah satu daya tarik utama nastar karena menjadi terlihat premium. Keretakan tidak hanya mengurangi nilai estetika, tetapi juga memengaruhi tekstur dan daya simpan kue.
Berikut lima penyebab utama nastar retak, beserta solusi praktis untuk mengatasinya:
BACA JUGA:6 Olahan Alpukat yang Praktis dan Enak untuk Berbuka
BACA JUGA:10 Kue Lebaran Paling Populer yang Selalu Ada di Meja Tamu saat Idulfitri
1. Adonan Terlalu Kering: Pemicu Utama Permukaan Pecah

ADONAN NASTAR yang terlalu kering dapat membuat permukaan kue mudah retak saat dipanggang di dalam oven.-The kitchn-Pinterest
Adonan nastar yang terlalu kering membuat kukis tersebut kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, nastar mudah retak saat mengembang di dalam oven.
Kondisi ini umumnya terjadi akibat penambahan tepung terigu berlebihan atau pengulenan yang terlalu lama.
Solusi: Ikuti takaran resep dengan presisi, terutama untuk komponen tepung. Uleni adonan secukupnya hingga hanya tercampur rata, tidak perlu hingga kalis seperti adonan roti.
2. Suhu Oven Terlalu Tinggi: Matang di Luar, Mentah di Dalam

SUHU oven yang terlalu panas membuat bagian luar nastar cepat mengeras sebelum bagian dalam matang sempurna.-owngarden-Getty Images
Suhu oven yang terlalu panas menyebabkan bagian luar nastar cepat mengeras sebelum bagian dalam selesai mengembang. Tekanan dari pengembangan internal inilah yang memicu retakan pada permukaan kue.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: fimela