Di tengah kemajuan zaman dan perubahan gaya hidup, esensi Ramadan tetap bisa dijaga. Pada akhirnya, yang terpenting bukan seberapa banyak ibadah yang dilakukan, tetapi bagaimana Ramadan membentuk seseorang menjadi pribadi yang lebih baik setelahnya. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka Surabaya