Makna 10 Hari Terakhir Ramadan bagi Generasi Muda: Antara Ibadah dan Kesibukan Duniawi

Rabu 26-03-2025,14:30 WIB
Reporter : Pingki Maharani*
Editor : Heti Palestina Yunani

HARIAN DISWAY - Bulan Ramadan selalu menjadi waktu yang istimewa bagi umat Islam. Namun, di antara 30 hari berpuasa, 10 hari terakhir Ramadan memiliki keutamaan yang lebih besar.

Di saat sebagian orang mulai sibuk mempersiapkan Lebaran, ada pula yang justru semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang lebih intens.

Bagi generasi muda, periode ini sering kali menjadi tantangan tersendiri. Di tengah kesibukan akademik, pekerjaan, atau bahkan tren media sosial yang semakin ramai menjelang Lebaran, bagaimana mereka memaknai 10 hari terakhir Ramadan?

BACA JUGA: 5 Keutamaan Orang yang Wafat di Bulan Ramadan

Dalam Islam, 10 hari terakhir Ramadan dikenal sebagai waktu penuh berkah. Salah satu alasan utama adalah keberadaan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Dalam Al-Qur'an, malam ini disebut sebagai malam di mana takdir seseorang ditetapkan untuk satu tahun ke depan. Oleh karena itu, banyak umat Islam yang meningkatkan ibadah mereka di malam-malam terakhir Ramadan.

Tradisi iktikaf, yaitu berdiam diri di masjid untuk beribadah, juga menjadi kebiasaan yang dilakukan sejak zaman Rasulullah. Namun, di era modern, tidak semua orang bisa melakukannya karena kesibukan duniawi.


Jika sulit melakukan iktikaf penuh, setidaknya bisa menyisihkan waktu lebih banyak untuk salat malam atau membaca Al-Qur'an setelah berbuka. --Pinterest

BACA JUGA: Fenomena 10 Hari Terakhir Ramadan

Bagi sebagian generasi muda, 10 hari terakhir Ramadan sering kali dihabiskan untuk berbagai kesibukan lain selain ibadah, seperti:

Persiapan Lebaran: Belanja baju baru, kue kering, hingga berburu tiket mudik.

Kesibukan akademik: Banyak mahasiswa atau pelajar yang harus menghadapi ujian akhir semester.

Tuntutan pekerjaan: Bagi yang sudah bekerja, momen ini menjadi masa sibuk sebelum libur panjang.

Tren media sosial: Ramadan Challenge, OOTD Lebaran, hingga konten seputar buka puasa yang semakin ramai di berbagai platform.

Namun, di sisi lain, ada juga anak muda yang tetap berusaha meningkatkan ibadah mereka. Beberapa di antaranya memilih menjaga keseimbangan antara kesibukan dan spiritualitas, misalnya dengan mengatur waktu agar tetap bisa beribadah lebih maksimal.

Kategori :