Setelah seminggu diam, Virgil van Dijk akhirnya angkat bicara usai Liverpool menaklukkan Aston Villa pada akhir pekan berikutnya.
Kemenangan itu menjadi pelipur lara setelah rentetan hasil buruk, dan Van Dijk memanfaatkan momen tersebut untuk menjawab tudingan Rooney dengan cara yang tenang namun tegas.
Dalam wawancara pascalaga, ia awalnya menyerukan ketenangan di tengah “pendapat-pendapat yang tidak masuk akal”.
Namun ketika ditanya secara langsung soal komentar Rooney, nada bicaranya berubah sedikit lebih tajam.
“Saya tidak mendengarnya tahun lalu,” kata Van Dijk, merujuk pada musim sebelumnya ketika Liverpool tampil jauh lebih baik.
“Sejujurnya, itu tidak membuat saya tersinggung. Saya hanya ingin mengatakan, dia jelas seorang legenda, pemain besar yang menginspirasi banyak orang. Tapi menurut saya, komentarnya itu... ya, semacam kritik yang malas,” sambung kapten timnas Belanda tersebut.
BACA JUGA:Rating Pemain Liverpool Usai Dilibas Crystal Palace 0-3, Semua Lini Hancur Lebur!
BACA JUGA:Liverpool vs Crystal Palace 0-3, The Reds Tersingkir dari Carabao Cup dengan Memalukan
Van Dijk kemudian menegaskan bahwa tanggung jawab performa tim tidak bisa dibebankan pada dua pemain senior saja.
“Mudah memang menyalahkan pemain-pemain tua,” ujarnya. “Tapi dia tahu, seperti halnya semua orang, kami semua berusaha bersama-sama keluar dari situasi sulit ini. Tahun lalu, ketika segalanya berjalan baik, komentar seperti itu tidak terdengar sama sekali,” imbuhnya lagi.
Ia menutup dengan kalimat diplomatis. “Tidak ada perasaan dendam,” katanya.
Namun nada suaranya menunjukkan sebaliknya, bahwa kritik Rooney sebenarnya cukup mengganggu pikirannya.
Meski terlihat sepele, perang kata antara dua figur besar ini menambah warna baru dalam rivalitas panjang Liverpool–Manchester United.
Rooney tampak menikmati perannya sebagai pengamat tajam, sementara Van Dijk berusaha mempertahankan wibawanya sebagai pemimpin tim yang tengah berjuang mengembalikan kepercayaan diri skuadnya.
Di balik semua itu, satu hal menjadi jelas: rivalitas antara Merah dari Manchester dan Merah dari Merseyside tak akan pernah benar-benar usai: bahkan ketika pertarungannya kini berpindah dari lapangan hijau ke ruang podcast. (*)
BACA JUGA:Federico Chiesa Tegaskan Liverpool Siap Bangkit, Tolak Alasan Arne Slot Soal Kekalahan