BACA JUGA:11 Jenazah Korban Longsor Cilacap Ditemukan, Tim SAR Kerahkan Anjing Pelacak
Dalam dialog bersama warga, sejumlah keluhan disampaikan, mulai kebutuhan harian hingga kekhawatiran terhadap keberlanjutan hidup pascabencana.
Suharyanto memastikan BNPB tidak hanya berfokus pada pencarian korban, tetapi juga pada kesejahteraan warga terdampak.
"Bapak, Ibu, saya turut prihatin dengan peristiwa yang menimpa Bapak Ibu sekalian. Kami sadar, seenak-enaknya tinggal di pengungsian, pasti lebih nyaman tinggal di rumah sendiri," ucap Suharyanto.
BACA JUGA:BNPB Gerak Cepat Tangani Longsor Cilacap, 20 Orang Warga Masih Hilang
"Insyaallah Bapak Bupati telah mempersiapkan lokasi relokasi. Selanjutnya kami akan survei untuk memastikan lokasi tersebut aman," tambahnya.
BNPB juga menyalurkan dukungan kebutuhan dasar seperti sembako, perlengkapan kebersihan, matras, selimut, hingga pakaian. Pemenuhan kebutuhan dasar disebut harus berjalan tanpa putus hingga warga dapat menempati hunian baru.
"Bapak/Ibu, jika membutuhkan sesuatu di sini, jangan sungkan untuk meminta bantuan pada kami. Tim BNPB mendampingi bapak/ibu sekalian di sini,” ujar Suharyanto.
BACA JUGA:Banjir dan Longsor Terjang Tujuh Wilayah di Bali, 14 Orang Warga Meninggal
Suharyanto menutup kunjungannya dengan memberikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana.
Ia menegaskan bahwa kerja terpadu antar instansi menjadi kunci percepatan pemulihan, sekaligus memastikan keamanan dan keberlanjutan kehidupan warga terdampak.(*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura|