HARIAN DISWAY - Kerusakan sejumlah infrastruktur akibat banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat banjir membuat jalur distribusi bantuan logistik terputus.
Pemerintah hingga saat ini masih mengandalkan bantuan lewat udara dengan pesawat angkut dan helikopter.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengungkapkan bahwa saat ini tim Ditjen Perkeretaapian (DJKA) terus memantau kondisi di titik-titik rawan bencana yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Terkait hal ini, Allan menyebut bahwa upaya rehabilitasi ruas-ruas jalur terdampak dilakukan dengan memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan sekitar demi memastikan keselamatan para pekerja.
Adapun ruas-ruas jalur kereta api yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencakup petak jalur Stasiun Muara Satu - Stasiun Krueng Geukueh - Stasiun Bungkaih - Stasiun Krueng Mane, Stasiun Krueng Mane - Stasiun Gerugok - Stasiun Kutablang, Bandar Tinggi - Kuala Tanjung, Medan - Binjai, serta beberapa ruas jalur di Kota Pariaman.
BACA JUGA:Update Banjir Bandang Sumatera: 174 Korban Meninggal, 79 Orang Hilang, Akses Jalan Terputus
“Sebagian jalur terdampak longsor cukup parah, dan beberapa ruas seperti di Pariaman sempat terendam air banjir. Kami terus mengupayakan komunikasi dengan teman-teman di lokasi untuk memastikan keamanan mereka sebelum memutuskan untuk melanjutkan proses rehabilitasi,” ungkap Allan.
Sebagai upaya tindak lanjut sementara, DJKA bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan material berupa rel bekas untuk meminimalisir dampak banjir dan longsor. Hingga saat ini, beberapa ruas terdampak masih perlu dilakukan rehabilitasi lebih lanjut sembari menunggu cuaca yang lebih kondusif.
BACA JUGA:Dampak Banjir di Sumatera: Jalan Terputus, Jembatan Rusak, dan Ratusan Warga Terisolasi
“Kami sampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan kereta api di wilayah-wilayah yang saat ini masih dilanda banjir dan longsor, semoga segera dapat kami lakukan rehabilitasi sehingga kereta api dapat kembali dioperasikan,” pungkas Allan.
“Saya mewakili Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyampaikan duka mendalam atas bencana menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Semoga warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” imbuhnya.(*)