Diklaim Israel Tewas, Ali Larijani
Ali Larijani (tengah) bersama Ayatollah Ali Khamenei semasa hidup (kanan).--Iranintl.com
HARIAN DISWAY - Perang yang terjadi antara Israel-Amerika Serikat vs Iran membawa kabar saling klaim hasil dari operasi militernya. Setelah publik dibingungkan oleh kabar kematian Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kini kembali beredar kabar bahwa pejabat tinggi pertahanan Iran, Ali Larijani, tewas dalam pertempuran.
Klaim itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Ia mengatakan militer Israel dan Amerika telah “mengeliminasi” dua pucuk pimpinan Iran.
"Larijani dan Soleimani (Gholam Reza Soleimani) dieliminasi tadi malam (Senin malam waktu Indonesia) dan telah bergabung dengan Khamenei,” kata Katz.
Militer Israel juga menyebut Larijani tewas di sebuah tenda komando bersama para komandan Basij lainnya, yang digunakan sebagai markas sementara karena kekhawatiran akan serangan.
BACA JUGA:Pengamat: Perang AS–Israel vs Iran Masuk Tahap Perang Hibrida
Dalam struktur kekuasaan Iran, Ali Larijani dan Gholam Reza Soleimani menempati peran yang berbeda namun sama-sama penting. Larijani, sebagai sekretaris Supreme National Security Council, berada di pusat koordinasi kebijakan pertahanan dan luar negeri, sekaligus menjadi bagian dari lingkar pengambilan keputusan strategis negara.
Larijani memiliki background sebagai mantan ketua parlemen dan penasihat dalam negosiasi nuklir. Ia dikenal memiliki pengaruh politik yang luas.
Sementara itu, Soleimani memimpin Basij, pasukan sukarelawan di bawah Revolutionary Guard yang berperan menjaga stabilitas internal, termasuk dalam penanganan protes dan mobilisasi massa.
Jika Larijani berperan di level perumusan kebijakan, maka Soleimani berada di garis operasional, menjadikan keduanya mewakili dua fungsi kunci dalam sistem keamanan Iran: pengambilan keputusan strategis dan kontrol domestik.
BACA JUGA:Rudal Iran Hantam Pangkalan Udara Saudi, Lima Pesawat Tanker AS Rusak
Sejauh ini klaim Israel itu belum ditanggapi Iran. Lucunya, beberapa jam setelah klaim itu hadir, akun media sosial yang dikaitkan dengan Ali Larijani terlihat aktif.
Akun itu mengunggah konten. Singkat. Tapi cukup untuk mengubah arah cerita.
Dikutip WION, Selasa, 17 Maret 2026, Larijani menulis bahwa pengorbanan mereka adalah sumber kekuatan bagi militer Iran.
"Ingatan mereka akan selalu tersimpan di hati bangsa Iran, dan kesyahidan ini akan memperkuat fondasi Angkatan Republik Islam selama bertahun-tahun ke depan."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: