IRGC Luncurkan Serangan Rudal Gelombang ke-55, Targetkan Pangkalan AS dan Israel

IRGC Luncurkan Serangan Rudal Gelombang ke-55, Targetkan Pangkalan AS dan Israel

Jejak roket terlihat di langit di tengah gempuran serangan rudal Iran yang baru, di atas kota pesisir Israel, Netanya, pada 17 Maret 2026-Jack Guez-AFP Forum

HARIAN DISWAY - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa telah memulai gelombang serangan rudal ke-55 selama operasi True Promise 4 sebagai bentuk pembalasan atas serangan AS-Israel.

Dilansir dari laman Shafaq News, Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya Iran mengungkapkan bahwa IRGC melakukan serangan tersebut melalui operasi gabungan yang melibatkan pesawat nirawak (drone) dan rudal-rudal berat, termasuk Fattah, Emad, dan Qadr.

Komando tersebut mengindikasikan bahwa serangan itu menargetkan pusat-pusat militer AS di pangkalan udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, serta pangkalan udara Sheikh Isa dan pangkalan angkatan laut Juffair di Bahrain, di samping fasilitas pengisian bahan bakar udara di Tel Aviv dan Bandara Ben-Gurion.

Lebih lanjut, pernyataan ditambah dengan target serangan yang merupakan fasilitas AS yang menunjukkan bahwa semua kepentingan, infrastruktur, dan kapal Amerika di Teluk Persia termasuk dalam target potensial Teheran.

BACA JUGA:Nasib Haji 2026 di Tengah Perang AS–Israel vs Iran, Kemenhaj Siapkan 4 Skenario Keberangkatan

BACA JUGA:Fasilitas Energi Jadi Target, Ini Daftar Kilang dan Depot Minyak yang Diserang dalam Konflik Iran-AS-Israel

“Fasilitas logistik dan layanan yang mendukung kapal induk AS Gerald R. Ford dianggap sebagai target potensial,” ungkap IRGC dalam suatu pernyataan dikutip Selasa, 17 Maret 2026.

Militer Israel mendeteksi peluncuran dari wilayah Iran dan mengindikasikan bahwa sistem pertahanan udara diaktifkan untuk mencegah ancaman tersebut.

Gelombang serangan ke-55 ini merupakan satu dari sekian serangan balasan Iran atas serangan AS dan Israel yang dimulai pada akhir Februari.

Serangan tersebut melibatkan serangan udara besar-besaran terhadap lokasi militer dan sipil di seluruh Iran, menyebabkan banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, termasuk blokade selat paling penting distribusi minyak dunia, Selat Hormuz.

BACA JUGA:Israel Serang 3 Depot Minyak Iran, Ledakan Besar dan Kobaran Api Membubung di Teheran

BACA JUGA:5 UPDATE Perang Iran vs AS–Israel Hari ke-8, Kapal Diserang hingga WNI Hilang

Dalam kondisi ini, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan operasi pembalasan, yang menargetkan posisi amerika dan Israel di wilayah pendudukan dan di pangkalan-pangkalan regional dengan gelombang rudal dan drone, dilansir dari laman Tasnim News Agency.(*)

*) Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: