Deretan Film dan Sinetron Gary Iskak yang Pernah Mewarnai Industri Hiburan

Minggu 30-11-2025,16:31 WIB
Reporter : Azizah Adhelia*
Editor : Indria Pramuhapsari

Meski bukan pemeran utama, posisinya dalam film itu menguatkan namanya saat publik mulai kembali mengunjungi bioskop.

Gary juga tampil di beberapa film yang populer di kalangan anak muda seperti 30 Hari Mencari Cinta (2004), Mengejar Matahari (2004), dan Ungu Violet (2005).

Ketiganya menjadi bagian dari gelombang film yang diproduksi dengan sentuhan urban, visual yang lebih segar, dan narasi yang dekat dengan kehidupan remaja masa itu.

BACA JUGA:4 Gejala PTSD: Penyakit yang Diderita Karakter Mohan di Sinetron Asmara Gen Z

BACA JUGA:Fuad Baradja, Pemain Sinetron Jin dan Jun Meninggal Dunia

Gary pernah muncul dalam film horor seperti Rumah Ketujuh (2003) dan Pocong 2 (2006). Genre tersebut sempat memuncak pada era 2000-an dan Gary menjadi salah satu yang kerap muncul dalam judul-judul horor populer.

2007–2010 Mengeksplorasi Genre sebagai Peran Pendukung 

Memasuki 2007–2010, Gary mulai menerima peran yang lebih variatif. Ia tampil dalam film drama religi Ayat-Ayat Cinta (2007), salah satu film tersukses dalam sejarah box office Indonesia. 

Dalam periode ini ia juga banyak bermain dalam film komedi seperti Mas Suka Masuka (2006), D’Bijis (2007), Pocong 3 (2007), Tri Mas Getir (2008), serta thriller seperti Selimut Berdarah (2010).

Eksplorasi genre ini membuat karakter Gary sebagai aktor semakin fleksibel.

BACA JUGA:Aktor Gary Iskak Tewas Karena Kecelakaan, Tinggalkan Jejak Karier Lebih dari 20 Tahun

BACA JUGA:Kecelakaan saat Bermotor, Aktor Gary Iskak Meninggal Dunia

2012–2016 Transisi ke Peran Dewasa

Pada 2011 ke atas, Gary tampil dalam film-film yang lebih matang seperti Mama Cake (2012), Operation Wedding (2013), Dilema (2015), dan Talak 3 (2016). Ia sering tampil sebagai figur pria berkarisma dengan nuansa humor atau misteri.

Peran-peran tersebut menunjukkan bahwa Gary tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang, mengikuti perubahan tren film Indonesia yang semakin dinamis.

2017–2025 Era Film Digital dan Horor Baru

Kategori :