JAMIYAH Nahdlatul Ulama (NU) tengah menghadapi cobaan terbesar sejak berdirinya organisasi itu pada 1926. Baru kali ini terjadi konflik terbuka antara syuriah dan tanfidziyah, yang berujung pada pemberhentian KH Yahya Cholil Staquf sebagai ketua PBNU (Pengurus Besar NU).
Tokoh utama konflik ini ialah KH Miftachul Akhyar (Kiai Mif) sebagai rais aam dan KH Yahya Cholil Staquf sebagai ketua tanfidziyah. Dalam struktur PBNU, rais aam memiliki kewenangan tertinggi dalam membina, mengarahkan, dan mengawasi organisasi. Sementara itu, ketua tanfiziyah bertugas menjalankan program organisasi.
Dalam surat edaran pada 26 November 2025 disebutkan bahwa Gus Yahya sudah diberhentikan sebagai ketua PBNU dan tidak berhak lagi bertindak atas nama PBNU. Keputusan itu diambil setelah Kiai Mif meneken risalah rapat yang meminta Gus Yahya mundur dalam tempo 3 x 24 jam.
BACA JUGA:Rais Aam PBNU Tegaskan Pemberhentian Gus Yahya Sudah Final, Muktamar Luar Biasa Segera Digelar
BACA JUGA:Kursi Ketum PBNU Beralih ke Rais Aam, Wasekjen Duga Ada Sabotase Surat Pencopotan Gus Yahya
Gus Yahya menolak mundur dan menyatakan bahwa surat itu tidak sah. Konflik terbuka tidak terhindarkan. Upaya untuk islah terlihat sudah tertutup. Syuriah keukeuh dengan keputusannya, sedangkan Gus Yahya tetap bertahan di posisinya.
Isu utama yang mendasari pemberhentian Gus Yahya adalah kedekatannya dengan gerakan zionisme internasional. Hal itu ditandai dengan hadirnya akademisi Amerika Serikat Peter Berkowitz sebagai pemateri di AKN (Akademi Kepemimpinan Nasional) NU, Agustus 2025. Berkowitz yang berdarah Yahudi dikenal sebagai ilmuwan garis keras pendukung zionisme Israel.
Semula kehadiran Berkowitz tidak tercium publik. Kehebohan muncul setelah Berkowiz muncul untuk memberikan ceramah di Universitas Indonesia. Publik marah karena kehadiran Berkowitz di Indonesia bertepatan dengan serangan genosida brutal Israel ke Palestina.
BACA JUGA:Gus Yahya Bantah Dicopot, Tegaskan Masih Ketua Umum PBNU secara De Jure
BACA JUGA:PBNU Copot Gus Yahya dari Jabatan Ketua Umum Mulai 26 November 2025, Ini Surat Edarannya!
Publik kemudian mengetahui bahwa Berkowitz hadir di Indonesia atas undangan PBNU untuk menjadi pemateri dalam program AKN NU.
Para kiai sepuh di kalangan Syuriah NU sudah lama gerah dengan manuver Gus Yahya yang dinilai membahayakan jamiyah karena terlalu dekat dengan gerakan zionisme internasional. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Gus Yahya punya hubungan dengan Israel, termasuk dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang sangat membenci Palestina.
Gus Yahya mengangkat Charles Holland Taylor, akademisi Amerika Serikat pro-zionis, sebagai penasihat khusus PBNU bidang internasional. Di lingkungan elite NU, Taylor sudah tidak asing.
BACA JUGA:Profil dan Kiprah Charles Taylor, Penasihat Internasional PBNU yang Dicopot Rais Aam
BACA JUGA:Hasil Pertemuan Para Kiai: Tak Ada Pemakzulan terhadap Kepengurusan PBNU