HARIAN DISWAY - Serangan dan penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1) mengakibatkan kekosongan posisi kepala negara dan pemerintahan di Venezuela.
Delcy Rodriguez, Wakil Presiden Venezuela, saat ini menggantikan posisi tersebut sebagai presiden sementara Venezuela.
Rodriguez tidak hanya menjabat sebagai wakil presiden Venezuela saat ini, ia juga menjabat sebagai menteri keuangan dan perminyakan.
Beberapa jam setelah serangan dan penangkapan terhadap Nicolas Maduro, dan berdasar pada konstitusi Venezuela, dirinya mengambil alih tugas kepresidenan hingga saat yang tidak dapat ditentukan.
Sebagai informasi, Delcy Rodriguez juga merupakan tangan kanan Maduro yang mendapat kepercayaan penuh selama masa kepemimpinannya.
BACA JUGA:8 Fakta Tentang Venezuela setelah Nicolas Maduro Ditangkap
BACA JUGA:10 Fakta Nicolas Maduro, Presiden Venezuela yang Ditangkap Trump
Rodriguez merupakan seorang Menteri Luar Negeri Venezuela yang membela Maduro secara internasional dari tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan kemunduran demokrasi.
"Wakil presiden eksekutif republik ini adalah seorang yang sangat berorientasi pada hasil dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap seluruh aparatur pemerintah. Fakta itu yang sangat penting dalam situasi saat ini" ujar Jose Manuel Romano, pengacara konstitusi dan analis politik.
Delcy Rodriguez, Wakil Presiden Venezuela ketika Presentasi RUU Anggaran 2025 di Majelis Nasional Caracas--AFP
Pada hari Sabtu, 3 Januari 2025. Rodruguez telah berbincang dengan Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, terkait kesediannya melakukan "apapun yang diminta oleh Amerika Serikat".
Pernyataan Rodriguez tersebut mengejutkan beberapa analis mengingat sebelumnya Rodriguez sempat menyatakan bahwa Venezuela menolak jadi "koloni Amerika".
BACA JUGA:Serang Caracas, Donald Trump Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
BACA JUGA:Presiden Venezuela Nicolas Maduro Tiba di New York, Diadili Senin
Kemudian, pada hari Minggu, 4 Januari Delcy Rodriguez mengadakan rapat aebinet pertamanya dan menyerukan ajakan kerja sama kepada Amerika Serikat.