Peneliti Jepang Ciptakan Assembloid, Mini Sirkuit Otak Manusia

Kamis 08-01-2026,15:00 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Sinkronisasi aktivitas ditemukan pada neuron PT dan CT, yang keduanya mengirim sinyal kembali ke talamus.


Assembloid ciptaan ilmuwan Jepang diperkirakan menjadi terobosan untuk mempelajari jaringan saraf otak manusia.--freepik.com

Sebaliknya, neuron IT, yang tidak terhubung langsung ke talamus, tidak menunjukkan pola sinkron yang sama.

Hal itu menunjukkan bahwa masukan dari talamus secara selektif memperkuat tipe neuron tertentu. Itu membantu pembentukan jaringan yang terkoordinasi dan matang secara fungsional.

Keberhasilan merekonstruksi sirkuit saraf manusia itu menjadikan assembloid sebagai platform baru yang kuat. Fungsinya untuk mempelajari perkembangan dan fungsi otak manusia pada tingkat seluler.

BACA JUGA:Gaya Hidup 'Uniform Dressing', Memakai Pakaian yang Identik Tiap Hari Biar Otak Tidak Capek Milih

BACA JUGA:7 Self Care untuk Otak yang Sehat

Model itu juga memungkinkan para ilmuwan membandingkan perbedaan fungsi antarjenis sel saraf dengan presisi yang sebelumnya sulit dicapai.

Profesor Osakada menilai temuan itu sebagai langkah penting dalam pendekatan konstruktivis untuk memahami otak manusia.

“Kami telah membuat kemajuan signifikan dengan mereproduksi sirkuit otak manusia di laboratorium,” ujarnya.

“Pun, kami percaya temuan ini akan mempercepat penemuan mekanisme di balik gangguan neurologis dan psikiatris. Sekaligus mendukung pengembangan terapi baru di masa depan,” tambahnya.

BACA JUGA:Mengenal Fenomena Intrusive Thougths, Ketika Otak Mengusik, dan Tubuh Mengikuti

BACA JUGA:Suka Scroll sebelum Tidur? Waspadai Dampaknya pada Otak

Dengan teknologi assembloid, penelitian otak manusia kini memasuki babak baru. Lebih mendekati kondisi nyata, namun tetap berada dalam batas etika dan keamanan laboratorium. (*)

Kategori :